Tentang Proposal yang Pernah Diajukan Erick Thohir kepada FIFA

Erick Thohir jadi salah satu figur yang didorong jadi Ketua Umum PSSI. Sebelumnya, ia pernah bersentuhan dengan PSSI saat jadi wakil pemerintah untuk menemui FIFA terkait sanksi pada 2016.

Pada 2016, sepakbola Indonesia disanksi oleh FIFA akibat konflik antara pemerintah dan PSSI. Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Olimpiade Indonesia itu kemudian diutus pemerintah untuk bertemu FIFA.

Pemerintah kala itu menitip pesan kepada Erick untuk FIFA terkait reformasi sepakbola Indonesia. Tujuannya agar FIFA mau memahami masalah yang ada saat itu dan segera mencabut sanksi yang dijatuhkan.

Erick ketika itu membawa proposal yang berisi lima poin untuk memajukan sepakbola Indonesia. Namun rencana tersebut sampai detik ini belum terpenuhi.

“Nah tentu saya sebagai pihak yang waktu itu ditugaskan oleh pemerintah dan PSSI bicara dengan FIFA, ini ada beban buat saya. Karena kenapa? Kami memberikan lima proposal kepada FIFA waktu itu dan sampai hari ini kan kelima proposal itu tidak jadi kenyataan dan ini tentu ada moral yang harus dipertanggungjawabkan,” ujar Erick saat ditemui di FX Plaza, Senayan, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

“Apalagi hubungan yang sangat baik saya pribadi dengan presiden FIFA tentu kami mesti lakukan ya. Satu itu bagaimana tim nasional itu harus naik peringkatnya di FIFA.”

“Yang kedua bagaimana profesionalisme di liga sepakbola transparan, tidak ada isu-isu lagi. Yang ketiga pemerintah akan fokus membangun infrastruktur juga untuk membantu industri sepakbola. Keempat waktu itu pembangunan daripada sepakbola dari grassroot dari masyarakat, dari tingkat anak-anak dan lain-lain,” lanjutnya.

“Lalu, poin kelima pada saat itu bagaimana juga di kualitas daripada sumber daya manusia kami harus ditingkatkan karena manajemen olahraga menjadi bagian penting. Cuma sayang sekali kelima hal tadi yang kami presentasikan kepada presiden FIFA pada saat itu belum tercapai hari ini.”

“Nah ini yang saya rasa kami sebagai bangsa harus introspeksi diri. Kami tidak boleh saling menyalahkan, tapi kami harus punya kemauan yang sama memajukan sepakbola atau olahraga Indonesia secara menyeluruh,” katanya.