Dirut Baru Persija Jakarta: Ini Seperti Tsunami

Persija Jakarta ditinggal direktur utama (dirut) mereka, Gede Widiade, juga tujuh pengurus lainnya. Hal itu menjadi kejutan tersendiri untuk para pendukung klub yang musim lalu menjadi juara Liga 1 tersebut.

Kokoh Afiat, yang dipercaya sebagai suksesor Gede, mengakui bahwa kejadian ini bagaikan ‘tsunami’. Namun, Kokoh sendiri memastikan bahwa dirinya pun siap untuk membawa Persija berkembang.

“Semua yang datang dari Allah, akan dikembalikan ke Allah. Ini amanah yang diterima di masa-masa sulit. Saya mohon maaf kepada stakeholder Jakarta atas kondisi kekinian Persija,” bebernya, Sabtu (9/2).

“Terus terang pengunduran diri Pak Gede buat saya pribadi, ini tsunami, karena selama dua tahun saya bersama beliau, membagi tugas dalam melaksanakan operasional di Persija.”

“Persija sebagai klub besar tidak boleh tergganggu dengan siapa pun, pemimpin boleh berganti, tapi Persija tetap harus eksis dan jaya,” sambung pria berkaca mata tersebut.

Di bawah kepemimpinan Gede sebagai dirut, Persija memang kembali berkembang dan disegani di persepakbolaan Tanah Air. Pada tahun pertama, Persija masuk empat besar, berikutnya menjadi juara Liga 1.

“Tentu itu sesuatu prestasi yang membanggakan, Persija kehilangan pengurus besar, orang penting seperti Pak Gede. Jadi, saya merasa kehilangan Pak Gede, saya juga menghormati keputusan yang beliau ambil. Saya komunikasi terakhir, beliau akan support saya.”