Soal Markas Persis Solo di Sleman, Bola di Tangan Polda DIY

Manajemen Persis Solo bergerak cepat untuk mendapatkan perizinan resmi penggunaan Stadion Maguwoharjo di Sleman, DIY.

Persis langsung mengirim surat resmi kepada Bupati Sleman dan bertandang ke Polda DIY pada Kamis (7/2/2019), agar pengurusan izin segera mendapat lampu hijau.

Hal itu dilakukan setelah pada Selasa (5/2/2019), Persis mengumumkan siap menggunakan Stadion Maguwoharjo sebagai markas sementara mereka. Stadion tersebut menjadi kandang PSS Sleman yang musim 2019 promosi ke Liga 1 Indonesia. Kini bola di tangan Polda DIY.

“Tadi kami sudah ke Sleman, ke UPTD terkait proses perizinan tempat [Stadion Maguwoharjo]. UPTD menyatakan pada dasarnya hal itu tak menjadi masalah,” ujar Manajer Persis Solo, Langgeng Jatmiko, saat dihubungi solopos.com, Kamis petang.

Meski demikian, Persis harus menunggu jawaban resmi dari Bupati Sleman. Surat resmi permohonan penggunaan Stadion Maguwoharjo sebagai telah dikirim ke kantor bupati.

“Kalau bicara lisan dengan bupati sudah dan tak ada masalah. Karena kami sudah kirim surat resmi ke Bupati, jadi kami tunggu jawaban resminya dulu,” terangnya.

Selain itu, Langgeng juga bersilaturahmi ke Mapolda DIY. Ia ditemui Kabag Ops Polda DIY. Dalam pertemuan itu, ia mengutarakan maksud kedatangan mereka adalah meminta izin dan arahan karena Persis bakal menggunakan Stadion Maguwoharjo sebagai markas sementara.

“Kabag Ops menyatakan tidak ada masalah bagi kami dan kepolisian menyatakan siap menyukseskan liga sepak bola Indonesia. Hanya saja, beliau meminta waktu untuk melaporkannya kepada Kapolda. Kalau memang ada lampu hijau, kami akan dipanggil lagi,” paparnya.

Namun, Langgeng mengaku belum tahu batas waktu pemanggilan tersebut. Yang pasti, manajemen sudah berusaha mewujudkan mimpi para suporter untuk tetap menonton permainan Laskar Sambernyawa secara langsung dengan jarak tak terlalu jauh dari Kota Solo.

“Kami juga bertemua suporter PSS Sleman. Mereka menyambut kami dengan baik karena sudah ada hubungan persaudaraan antara Sleman-Solo,” terangnya.

Terkait kemungkinan gesekan dengan kelompok suporter lain semacam Brajamusti (suporter PSIM Jogja), Langgeng juga sudah menyampaikannya kepada Polda DIY. Ia mendorong terjadinya rekonsiliasi menyeluruh sehingga sepak bola di masa depan akan dipenuhi rasa persaudaraan.