Persiba Dikelola Manajemen Baru, Target Tembus Liga 1 Musim Depan

Manajemen Persiba Balikpapan resmi berganti dari pengurus lama ke yang baru. Itu setelah permasalahan legalitas yang selama ini tarik-ulur, akhirnya rampung, Senin (21/1). Serah terima kepengurusan tim berjuluk Beruang Madu, itu dilakukan di Kantor Anugerah Jaya Group.

Dari manajemen lama diwakilkan Yasser Arafat beserta legal Muhammad Muhdar. Sementara manajemen baru dihadiri Direktur Persiba, H Eddy beserta jajarannya.

Kini, langkah manajemen baru sudah leluasa. Tidak terhalang oleh permasalahan hukum. Saatnya, fokus mengarungi kompetisi Liga 2 2019. Terlebih, target menuju Liga 1 tengah diusung. Janji tersebut tentu akan ditagih para suporter.

“Mulai hari ini (kemarin, Red) secara legal, Persiba Balikpapan resmi berpindah kepemilikan saham dari manajemen lama ke manajemen baru. Untuk tanda tangan notaris hanya sebagai pelengkap saja dan akan dilakukan satu atau dua hari ke depan,” kata Muhammad Muhdar setelah serah terima.

Dijelaskan Muhdar, manajemen baru tidak perlu lagi pusing untuk melakukan perekrutan pemain. Mengingat, semua kewenangan menjadi tanggung jawab mereka. Termasuk masalah gaji pemain. Memang, sebelumnya, manajemen baru sudah mengumumkan pelatih yang akan menangani Beruang Madu. Dalam hal ini menunjuk Salahudin. Padahal, secara hukum belum resmi. Tentu, beban tersebut masih menjadi tanggungan manajemen lama.

“Manajemen lama sudah tidak bertanggung jawab lagi. Beda dengan sebelumnya. Belum resmi secara legalitas, tapi sudah mengumumkan pelatih. Peresmian ini juga sekaligus memberikan semua aset yang dimiliki. Seperti bus, dokumen hingga aset penting lainnya,” tegas Muhdar.

Hanya saja, pada kesepakatan kemarin, poin penting yang harus dijaga, yakni bagaimana Persiba tetap tampil di Balikpapan. Andai dikemudian hari, Muhdar mengatakan, Persiba berpindah home base, tentu manajemen lama akan mengambil kembali tim ini.

“Yang penting, tim ini tetap bermain di Balikpapan. Itu paling utama. Jangan pindah kandang. Karena sudah ada stadion besar,” jelas Muhdar.

Sementara itu, manajemen baru lebih dipermudah. Soal struktur ke PSSI, pekan lalu, bahwa manajemen lama telah mendaftarkan struktur kepengurusan yang baru. “Istilahnya, mereka tinggal angkat tas saja sebagai peserta liga. Karena struktur kepengurusan sudah didaftarkan,” tambahnya.

Di pihak manajemen baru, melalui legal Agus Amri mengatakan, langkah manajemen baru sudah tidak dibatasi lagi. Terutama persoalan hukum. Tentu, berterima kasih dengan manajemen lama karena telah melakukan berbagai hal demi proses serah terima ini.

“Tinggal bagaimana mengarungi kompetisi musim depan. Tentu target menuju Liga 1 harus terealisasi,” tutup Agus Amri.