Manajer Persiwa Sebut PSSI Tebang Pilih soal Pertandingan Lawan Persib

Manajer Persiwa Wamena, Borgo Pane, mengaku amat kecewa dengan keputusan yang dibuat oleh PSSI terhadap Persib Bandung.

Kekecewaan Borgo Pane tak terlepas dari keputusan PSSI yang mengabulkan permintaan penundaan laga oleh PersibBandung.

Dilansir BolaSport.com dari Tribun Jabar, manajer PersiwaWamena itu menilai PSSI sama sekali tidak mengindahkan regulasi yang dibuatnya sendiri.

Pasalnya, PSSI dinilai melanggar dan menabrak regulasi Piala Indonesia dalam pasal 8 ayat 6 soal tenggat pengajuan perubahan jadwal pertandingan.

“Kecewa, kami berharap PSSI bisa membaca regulasi, ternyata tidak. Kami merasa PSSI masih tebang pilih dalam mengambil keputusan dan percuma regulasi dibuat jika tidak dijalankan,” ujar Borgo Pane.

Borgo menambahkan, pihaknya masih terus melayangkan protes kepada PSSI.

Manajemen Persiwa akan terus menyurati PSSI terkait ketidak-terimaannya tersebut.

“Kami masih protes hasil keputusan PSSI dan kami juga mengirimkan kerugian yang kami alami karena penundaan,” katanya menambahkan.

Persiwa, masih menurut Borgo, masih belum membuat keputusan apakah akan datang ke Bandung pada 11 Februari 2019, sesuai jadwal pertandingan terbaru yang dikeluarkan PSSI.

Persiwa masih akan menunggu surat balasan dari PSSI, apabila dirasa masih tidak berpihak kepadanya, Persiwa akan memilih walk out (WO) dan menyerahkan tiket 16 besar kepada Maung Bandung.

“Surat pertama kami sudah dibalas, kami akan membalas surat balasan PSSI hari ini (kemarin). Kami tunggu sikap PSSI atas surat kami, kalau sampai Sabtu tidak ada balasan, kami tidak datang (ke Bandung),” tuturnya.

Adapun sebelumnya, polemik ini terjadi lantaran Persib Bandung meminta perubahan jadwal pertandingan tiga hari sebelum pelaksanaan.

Pertandingan leg kedua babak 32 besar Piala Indonesia antara Persib versus Persiwa sedianya digelar pada 4 Februari 2019.

Namun, karena satu dan lain hal, Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang ditetapkan sebagai venue tak dapat digunakan.

Yang digugat oleh Persiwa adalah, PSSI menyetujui dan menyosialisasikan perubahan jadwal itu pada H-2 pertandingan.

Persiwa merasa dirugikan lantaran telah memesan seluruh akomodasi dan keperluan di Bandung.