Fokus Pembinaan Pemain, Persebaya Anggap Juara Piala Suratin sebagai Bonus Prestasi

Klub sepak bola Indonesia, Persebaya Surabaya punya persepsi berbeda menyikapi laga final Piala Suratin U-17 pada Sabtu besok.

Tim berjulukan Bajul Ijo itu menganggapnya sebagai bonus, yang layak sebagai hadiah dari performa tim atas capaian prestasi.

Pasalnya, Persebaya sudah mematok targetnya pada gelaran turnamen kali ini. Hampir di setiap tahunnya, mereka selalu fokus pada pembinaan pemain, terutama sebagai bagian dari program pengembangan usia dini alias youth development.

“Target kami memang untuk pembinaan pemain. Bagaimana anak-anak ini nantinya bisa menjadi tulang punggung di tim senior,” kata Saleh Hanifah kepada INDOSPORT dan rekan jurnalis lainnya di Stadion Dirgantara TNI AU Malang.

Maka dari itu, ganjaran setumpuk uang dirasa tidak tepat bagi anak-anak berbakat yang usianya masih 15 sampai 16 tahun itu. Manajemen Persebaya pun memiliki cara lain untuk menjaga motivasi bertanding pemain mudanya.

“Karena bersifat pembinaan, tidak pas lah kalau uang. Kalau menang, ya kita ajak mereka makan bersama, nonton bareng, pokoknya hal-hal yang membuat mereka senang,” Direktur Amatir Persebaya itu melanjutkan.

Di sisi lain, petinggi klub yang berada di jajaran usia muda itu juga tidak setuju atas asumsi minimnya perhatian manajemen pusat.

Pasalnya, tim yang turun di Piala Suratin merupakan komposisi yang berbeda dari tim Persebaya muda yang turun di kompetisi Liga 1 U-16 dan U-19 tahun lalu.

“Materi pemainnya berbeda dengan tim elite pro U-16. Kalau mau mengambil dari tim elite pro, pasti hasilnya lebih dari yang sekarang,” ulas Saleh.

“Meski berbeda dengan akademi, tapi kebutuhan tim ini tetap terpenuhi. Anggaran dan lainnya kami kira sudah cukup dari manajemen,” pungkasnya.