Keyakinan Tinggi Madura United di Cilegon

KEYAKINAN tinggi dimiliki Madura United untuk lolos ke babak 16 Besar Piala Indonesia 2018/2019. Walau harus bermain di kandang Cilegon United, Stadion Krakatau Steel Cilegon, di leg kedua babak 32 besar hari ini, ‘Laskar Sape Kerrab’ optimistis meraih hasil terbaik.

Kemenangan 2-0 di leg pertama menjadi modal besar Madura United. Untuk lolos ke perdelapan final, tim besutan Dejan Antonic tersebut bermain imbang.

“Kami sudah membangun kekuatan untuk bisa masuk posisi 16 besar. Target ini tidak boleh gagal,” tegas Dejan Antonic.

Berkaca dengan kemenangan saat menjamu Cilegon United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, 29 Januari lalu, Madura United memang pantas memiliki asa tinggi lolos ke babak selanjutnya. Secara kualitas pemain, Madura United yang memiliki Andik Vermansah serta Greg Nwokolo memiliki kekuatan di atas Cilegon United.

Dejan Antonic pun meng­akui di tim besutannya harus mampu melewati hadangan Cilegon United. “Dari segi pemain dan strategi, harusnya kami menang,” kata Dejan Antonic.

Namun, Madura United tetap harus mewaspadai perubahan taktik yang mungkin diterapkan Cilegon United di leg kedua. Sebagai tuan rumah, Cilegon United yang dipastikan akan tampil all out, akan mendapat suntikan moral dengan kehadiran pendukung mereka.

Di sisi lain, PSIS Semarang melapangkan jalan menuju babak 16 besar. Menjadi tuan rumah di leg pertama babak 32 besar, PSIS sukses meraih kemenangan 2-0 atas Persibat Batang di Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang, kemarin.

Dua gol PSIS dicetak Septian David Maulana di menit ke-31 dan Bayu Nugroho (42’). Kemenangan di kandang membuat PSIS cukup bermain imbang saat tampil di markas Persibat di leg kedua untuk memastikan lolos ke babak selanjutnya.

“Tentu kami akan melakukan banyak evaluasi untuk penampilan lebih baik di pertandingan tandang di Batang. Di leg kedua, kami akan tetap bermain menyerang karena akan tertekan jika tampil bertahan,” ungkap asisten pelatih PSIS Widyantoro.

Di sisi lain, asisten pelatih Persibat, Abdul Muin, meng­akui keunggulan PSIS baik secara tim maupun individu.
Menurutnya, di babak pertama, Persibat lebih banyak menunggu, bertahan, dan ber­akibat kecolongan dua gol.

“Di babak kedua, kami lebih berani menyerang dan mampu mendapat beberapa peluang. Di laga kedua, kami akan berusaha memaksimalkan kemampuan,” ujar Abdul Muin.