Mengupas Agresivitas Madura United di Bursa Transfer

Madura United terlihat begitu agresif selama bursa transfer musim 2019 dibanding klub kontestan Liga 1 lain. Sampai sekarang, mereka telah memiliki 25 pemain untuk skuat musim ini.

Sebanyak 12 di antaranya adalah pemain musim lalu. Mereka adalah Satria Tama, Rifad Marasabessy, Fachruddin Aryanto, Guntur Ariyadi, Alfath Faathier, Andik Rendika, Irsan Lestaluhu, Asep Berlian, Slamet Nurcahyo, Zah Rahan, Engelberd Sani, dan Greg Nwokolo

Lalu, tiga lainnya merupakan anggota Madura United U-19 musim lalu, yakni Drey Buyung, Fawaid Ansori, dan Dava Aldiansyah.

Sedangkan 10 sisanya merupakan pemain baru yang didatangkan dari berbagai klub. Mereka adalah M. Ridho Djazulie, Marckho Meraudje, Fandry Imbiri, Jaimerson Xavier, Dane Milovanovic, Andik Vermansah, Zulfiandi, Ghufroni Almaruf, Aleksandar Rakic, dan Alberto Goncalves.

Melihat nama-nama pemain yang tersebut di atas, banyak pihak yang menjagokan Madura United bisa berbicara banyak di papan atas Liga 1 2019. Apalagi, mereka juga ditangani pelatih asal Serbia, Dejan Antonic.

Manajer Madura United, sebelumnya sudah menyatakan mereka ingin mengevaluasi kegagalan musim lalu. Saat itu, klub berjulukan Laskar Sape Kerrab itu menargetkan gelar juara Liga 1 2018. Yang terjadi, mereka harus puas finis di peringkat kedelapan.

Manajemen kemudian mengantongi rapor pemain musim lalu dan memutuskan melakukan perombakan, meski saat ini, jumlah pemain lawan dan anyar berimbang. Gomes de Oliveira yang saat itu menjabat sebagai pelatih juga dipecat.

“Berdasarkan rapor yang sudah kami pegang, kami juga sudah mempekerjakan konsultan yang cukup kredibel. Dari laporan yang kami dalami, mungkin tidak lebih dari 40 persen dari jumlah skuat kami, ada 28 pemain,” kata Haruna Soemitro, manajer Madura United.

“Yang bertahan mungkin sekitar 11 pemain. Tapi, saya tidak ingin kami mengerucut pada persentase. Kami ingin lebih mengoptimalkan itu, sesuai harapan dan target manajemen,” imbuhnya menjelang tahun baru 2019.

Bukan Pemain Sembarangan
Pemain yang dimiliki Madura United tidak sembarangan. Enam di antaranya adalah anggota skuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2018, yaitu Ridho, Fachruddin, Alfath, Zulfiandi, Andik, dan Beto.

Kedatangan Andik yang paling mengejutkan karena statusnya sebagai pemain asli binaan Persebaya. Setelah lima tahun berkarier di Malaysia, Andik batal bergabung klub masa kecilnya dan memilih klub tetangga. Dia dikenal memiliki kecepatan dan kemampuan melewati lawan dengan aksi individunya.

Belum lagi lini belakang juga semakin kukuh dengan kehadiran Jaimerson. Pemain asal Brasil itu tembok pertahanan yang tangguh. Dia juga salah seorang aktor di balik keberhasilan Persija Jakarta menjuarai Piala Presiden 2018 dan Liga 1 2018.

Lalu ada juga Dane Milovanovic, yang sebenarnya bukan nama yang asing bagi suporter Madura United. Gelandang bertahan asal Australia itu pernah membela Laskar Sape Kerrab pada musim 2016-2017.

Dia gelandang bertahan tangguh yang tidak segan menghentikan serangan lawan lewat postur dan kemampuannya. Milovanovic juga memiliki kekuatan pada tembakan jarak jauh dan semakin menambah agresivitas tim.

Jangan lupakan juga Aleksandar Rakic, yang terhitung nama baru di Liga 1. Menjalani musim perdana di Indonesia pada Liga 1 2018, nama striker asal Serbia itu langsung melejit. Dia keluar sebagai top scorer bersama PS Tira dengan 21 gol.

Menjaga Kekompakan
Semua itu masih berlum termasuk Zulfiandi, Marckho, Fandry, Ridho, dan Roni, yang juga menambah kekuatan tim.

Dengan segudang pemain top di skuat, pelatih Dejan Antonic pantas saja bila khawatir gagal menjawab ekspektasi. Namun, dia mengaku sangat menikmati pekerjaan barunya dan akan menangani tim seperti biasa.

“Saya sudah pernah di Indonesia, saya bukan orang baru di sini. Saya juga tidak akan datang ke Madura kalau saya takut. Tapi, tidak berlebihan juga menilai skuat ini. Kami tetap tim yang disatukan oleh pemain,” ucap Dejan.

“Semua pemain saya tetap harus berjuang keras untuk mendapatkan prestasi. Juara tidak datang begitu saja. Kami harus menjaga kekompakan dan menyatukan visi di dalam tim ini,” imbuh mantan pelatih Arema, Persib Bandung, dan Borneo FC itu.

Kedatangan ke-10 pemain tersebut tentu saja masih belum keputusan final untuk tampil di Liga 1. Madura United masih mungkin mendatangkan pemain lain, atau bahkan menggantinya, mengingat kompetisi kasta tertinggi Indonesia rencananya masih akan bergulir mulai Mei 2019.