PSS Depak Barito Putera Berkat Permainan Efektif

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro, memberikan apresiasi tinggi kepada anak buahnya setelah menyingkirkan tim kuat Barito Putera dari ajang Piala Indonesia 2018. Laskar Sembada lolos setelah bermain 3-3 melawan Barito Putera pada leg kedua babak 32 besar di Stadion Maguwoharjo, Kamis (31/1/2019) malam.

PSS unggul agregat 5-4 atas Barito Putera, karena pada leg pertama berhasil menang 2-1.

Tampil dengan skuat yang sama pada pertemuan pertama, PSS terbukti mampu memberikan perlawanan sengit kepada Barito yang bertabur bintang. Bahkan Barito Putera diperkuat dua pemain asing, seperti Lucas Silva dan Arhur Vieira, serta dua langganan Timnas Indonesia, Bayu Pradana dan Evan Dimas.

“Kami memang kalah secara penguasaan bola, tapi dengan bermain efektif bisa mendapatkan hasil yang baik,” kata Seto Nurdiyantoro pada konferensi pers setelah pertandingan.

Seto mengatakan timnya melakoni laga yang tidak mudah karena Barito memberikan tekanan tinggi sejak menit pertama. Bahkan Super Elang Jawa harus bermain dengan 10 orang sejak awal babak kedua setelah Derry Rachman diusir. Menurutnya, PSS betul-betul mendapatkan pelajaran berharga sebagai perkenalan sebelum menghadapi persaingan di Liga 1 2019.

“Pertandingan yang cukup seru, dan menjadi sebuah pelajaran buat kami sebelum tampil di Liga 1. Minimal kami punya gambaran seperti inilah persaingan Liga 1,” imbuhnya.

“Jelas ada perbedaan kualitas individu kami dengan Barito. Mudah-mudahan apa yang ditampilkan malam ini semakin meningkat. Kekompakan saat bertahan harus kami pertahankan,” tandas Seto.

Terpisah, kapten tim PSS Sleman, Bagus Nirwanto memuji rekan setim yang tampil habis-habisan. “Dengan perjuangan rekan-rekan kami bisa lolos ke babak selanjutnya. Semoga performa ini terus berlanjut di setiap pertandingan,” tandas Bagus Nirwanto.