Ferry Rotinsulu Berharap Sriwijaya FC Cuma Numpang Lewat di Liga 2

Ferry Rotinsulu yakin mantan tim yang pernah ia bela, Sriwijaya FC, hanya numpang lewat di Liga 2. Pria berusia 36 tahun itu optimistis Laskar Wong Kito akan segera kembali ke kasta tertinggi kompetisi Liga 1 di musim 2020.

“Sriwijaya FC saya rasa mungkin cuma numpang lewat di Liga 2. Mudah-mudahan hanya satu musim, dan di musim selanjutnya kembali bersaing di Liga 1,” ujar Ferry.

Keyakinan mantan kiper ikonik dengan nomor punggung 12 ini muncul, usai permasalahan kepemilikan saham di tubuh Sriwijaya FC mulai mereda.

Keputusan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengambil alih seluruh saham yang dimiliki Muddai Madang, disebut-sebut sebagai langkah awal yang baik, demi kemajuan Sriwijaya FC.

Dengan bersatunya seluruh elemen terkait, dia yakin pembenahan di tubuh Sriwijaya FC akan membawa perubahan yang positif hingga kembali ke habibatnya sebagai salah satu tim papan atas tanah air.

“Sekarang kita sudah sama-sama tau, sudah ada titik terang. Kalau manajemen benar-benar bersatu, Sriwijaya FC bisa segera kembali ke kasta tertinggi. Saya yakin tidak akan lama, mungkin cuma satu musim,” terangnya.

Sepanjang kariernya sebagai pemain profesional, Ferry membela Sriwijaya FC selama delapan musim. Berbagai trofi bergengsi pernah ia raih saat berseragam Elang Andalas. Di antaranya ialah gelar juara Liga Indonesia 2007-2008 dan 2011-2012.

Dia juga menjadi pilar penting saat Sriwijaya FC meraih trofi Piala Indonesia selama tiga musim beruntun, pada 2007-08, 2008-09 dan 2010. Ferry bahkan mencatatkan sejarah bersama Sriwijaya FC sebagai tim pertama yang meraih double winner di musim 2007-2008.

Sebagai pemain yang dibesarkan Sriwijaya FC, Ferry mengaku bersedia membantu pembenahan tim dari sisi teknis di lapangan. Dia tidak akan berfikir dua kali ketika dipercaya masuk dalam jajaran tim pelatih.

“Kalau saya ditarik lagi, itu rezeki saya. Saya akan berikan yang terbaik. Tampil di Liga 2 bagi saya tidak masalah, dan berguna mantan tim yang membesarkan nama saya, itu jauh lebih penting,” kata Ferry. (ren)