Krisis Pemain Belakang, Persija Jelaskan Perekrutan Striker ketimbang Bek Tengah

Persija Jakarta hanya memiliki satu bek tengah murni di Liga Champions Asia (LCA) 2019, yaitu Maman Abdurrahman. Dua bek lainnya yakni Vinicius Lopez dan Ryuji Utomo tidak dapat dimainkan lantaran terkendala International Transfer Certificate (ITC).

Di sisi lain, Persija malah meminjam pemain berposisi striker, Rishadi Fauzi, meski bek tengah dalam kondisi darurat. Mantan pemain Persebaya Surabaya itu pun ikut didaftarkan tim ibu kota ke LCA.

Chief Operating Officer (COO) Persija, Muhammad Rafil Perdana memberikan penjelasan mengapa timnya malah mendatangkan seorang striker dan bukan bek tengah. Ternyata, proses negosiasi dengan Rishadi telah berlangsung sejak lama.

“Rishadi ini proses peminjamannya sudah lama karena dari awal-awal musim kalau tidak salah sejak 7 Januari 2019,” ujar Rafil.

“Dari situ kita sudah menunggu head coach dulu, (Ivan) Kolev datang, 10 Januari 2019 baru latihan. Ya, kita harus berkoordinasi dulu, pemain-pemain apa saja yang dibutuhkan,” katanya menambahkan.

Pada babak pertama kualifikasi LCA, Macan Kemayoran akan menantang wakil Singapura, Home United. Partai tersebut bakal digelar pada 5 Februari di Stadion Jalan Besar, Singapura.

Rafil pun menyerahkan sepenuhnya strategi kepada pelatih Ivan Venkov Kolev. Untungnya, Macan Kemayoran masih punya Tony Sucipto, yang juga dapat diplot sebagai bek tengah.

“Tentunya kita harus berpikir keras bagaimana caranya dan itu tanggung jawab head coach dan asisten pelatih beserta ofisial tim bagaimana bisa meramu skema yang pantas untuk menjalani LCA,” imbuh Rafil.