PSIS, Klub Idola Hari Nur Yulianto Sejak Kecil

Bintang PSIS Semarang, Hari Nur Yulianto, mengakui sulit berpaling dari klub berjulukan Mahesa Jenar ini. Rasa cintanya kepada PSIS membuatnya mampu bertahan cukup lama.

Pemain asal Kendal ini mulai bergabung pada 2013. Loyalitasnya kepada Mahesa Jenar terbayar dalam dua musim terakhir. Hari Nur menjadi satu di antara kunci kesuksesan PSIS yang kini berada di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Musim 2017, PSIS yang saat itu masih berada di Liga 2, mengunci peringkat ketiga untuk memastikan lolos promosi ke Liga 1. PSIS memenangi duel dalam drama 10 gol melawan Martapura FC di perebutan tempat ketiga, dan Hari Nur ikut menyumbangkan satu gol dalam laga itu.

Puncak prestasi Hari Nur adalah di musim lalu. PSIS yang berstatus debutan di Liga 1, berhasil mengunci peringkat ke-10 di klasemen akhir.

Hari Nur mampu menjadi top scorer PSIS kedua dengan 12 gol, di bawah Bruno Silva. Hebatnya lagi, ada ban kapten melingkari lengan Hari Nur.

“Sudah lima tahun saya bersama PSIS. Rasa kekeluargaan di sini luar biasa. Tidak ada rasa membedakan. Di PSIS tidak yang sosok yang dianggap bintang atau yang diunggul-unggulkan. Itulah mengapa saya begitu cinta dengan tim ini,” ungkap Hari Nur kepada Bola.com, Jumat (11/1/2019).

“Sejak kecil memang saya sudah mengidolakan PSIS. Saat masih di SSB, PSIS adalah tim besar di Indonesia, terbukti dengan menjuarai Liga tahun 1999. Sekarang impian itu, gabung PSIS, akhirnya terwujud,” imbuh pemain kelahiran Kendal, 31 Juli 1989, itu.

Hari Nur bercerita momen paling spesial baginya selama membela PSIS, adalah laga perebutan tempat ketiga melawan Martapura FC pada 2017. “Meski, saya ikut mencetak gol dalam pertandingan itu, yang paling membuat saya terus teringat adalah memastikan promosi ke Liga 1. Melebihi juara rasanya,” kenang Hari Nur.