Persija Jakarta Telah Dirugikan oleh PSSI, Gede Widiade Meradang

Persija Jakarta dirugikan oleh sikap yang dilakukan PSSI. Direktur Utama Persija, Gede Widiade, tak habis pikir dengan situasi yang tengah dihadapi timnya itu.

Gede Widiade kecewa dengan PSSI selaku federasi sepak bola nasional.

Menurutnya, PSSI tak mampu menjalankan tugasnya sebagai wadah dari klub-klub Indonesia.

Kekecewaan Gede terkait gagalnya Persija Jakarta mendaftarkan empat pemain anyar di kualifikasi Liga Champion Asia 2019.

PSSI tidak salah, masih menurut Gede, tetapi mereka lalai melaksanakan kewajibannya.

“PSSI tidak bisa disalahkan! Tapi mereka ceroboh dan lalai terhadap kewajibannya,” kata Gede Widiade, kutip BolaSport.com dari laman resmi Persija.

Terlebih, pengusaha asal Surabaya, Jawa Timur, ini mengatakan tak ada iktikad baik dari PSSI untuk mengakomodasi Persija di perhelatan bergengsi tersebut.

“Mereka tidak membantu pemenang liga yang akan bermain untuk mewakili Indonesia di Liga Champion Asia, mengingat itu tujuan diadakan kompetisi,” tuturnya menambahkan.

Gede tak habis pikir dengan alasan-alasan yang dilontarkan PSSI sebagai tameng atas kegagalannya.

“Berlindung di kegiatan pemilu itu adalah pembelaan yang tidak dewasa dan tidak bijaksana,” ucapnya

Gede menambahkan, bila semuanya dipersiapkan dengan matang, hal-hal seperti ini jelas tak bakal terjadi.

Dengan demikian, Gede bisa saja mempunyai persepsi bahwa PSSI tak mampu mengatur dinamika persepakbolaan di Indonesia.

Hal ini termasuk menentukan dan menyesuaikan lini masa yang selalu berpotensi beririsan dengan agenda-agenda lain.

Adapun Persija saat ini harus bisa menerima kenyataan tak dapat tampil penuh kala menyambangi markas Home United, Februari mendatang.

Vinicius Lopes Laurindo, Jakhongir Abdumuminov, Bruno Matos, serta Ryuji Utomo tak bisa dimainkan saat menghadapi Home United.

Mereka belum mengantongi ITC (International Transfer Certificated).

PSSI dinilai abai mengatur Transfer Matching System sehingga Persija tidak mendapatkan ITC untuk keempat pemain barunya.

PSSI rencananya baru akan membuka jendela transfer pada tanggal 15 Februari sampai 9 Mei 2019.

Pasalnya, Liga 1 2019 dijadwalkan baru akan digulirkan pada awal Mei, setelah perhelatan pesta demokrasi pemilihan presiden.