Rumahnya Digeledah, Hidayat Siap Buka-bukaan kepada Satgas Antimafia Bola

Mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hidayat mengaku siap buka-bukaan kepada Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola terkait dugaan praktik pengaturan skor yang mengotori sepak bola Indonesia.

Hal itu diungkapkan Hidayat setelah Satgas Antimafia Bola menggeledah rumahnya di Jalan Klakahrejo, Kelurahan Kandangan, Benowo No 78, Surabaya.

Mantan manajer Persibo Bondowoso ini juga mengkaim bahwa sejauh ini pihaknya sudah berupaya kooperatif. Termasuk menyampaikan apa adanya fakta yang ia ketahui kepada satgas.

“Selama ini saya sudah buka-bukaan, dan saya tidak pernah menghindar, tanggal 31 [Desember] saya sudah memenuhi panggilan,” ungkap Hidayat kepada awak media.

Ia juga membantah bahwa dirinya mangkir sebanyak dua kali ketika dipanggil Bareskrim. Menurutnya ia hanya sekali mangkir dan sudah pernah memberikan keterangan pada tanggal 31 Desember.

“Hari ini saya di rumah, selama ini saya di rumah, beliau beliaunya [anggota Satgas] datang juga saya terima,” tegasnya.

Kendati demikian, Hidayat tetap bersikukuh bahwa dirinya tidak terlibat praktik pengaturan skor sebagaimana pernah diungkap Manajer Madura FC, Yanuar Herwanto saat pertandingan menghadapi PSS Sleman.

“Jangan keliru, komunikasi saya dengan mas Yanuar di awal kompetisi dan kapasitas saya bukan Exco,” jelas Hidayat.

Menurut Hidayat, dirinya dihubungi oleh orang dari Sleman dengan kapasitasnya sebagai manajer Madura FC. Padahal saat itu dirinya tidak menjabat sebagai manajer, ia menduga pihak yang menghubungi tidak tahu status dirinya.

“Masalahnya Madura FC tidak lolos 8 besar. Terus ada peristiwa offside yang dua meter, tidak ada kaitannnya dengan itu. Tapi sekarang peristiwanya bukan hanya itu, ini polisi lagi bersih-bersih ” pungkasnya.