Klub Lain Kumpulkan Bintang, Arema Tetap Bidik Gelar di Piala Indonesia

Arema FC tetap membidik target juara Piala Indonesia meskipun sederet klub lainnya sedang mengumpulkan kekuatan dengan merekrut pemain bintang.

Pada bursa pemain musim 2019, banyak klub bersaing mengumpulkan pemain top, seperti Madura United yang mendatangkan pemain papan atas sekelas Beto Goncalves, Alexandar Rakic, Jaimerson Silva dan sederet bintang lainnya. Selain itu, Bali United, Persija Jakarta, PSM Makassar juga menambah materi pemain.

Sementara, Arema merekrut pemain pelapis. Hanya dua asing Robert Lima Guimaraes dan Pavel Smolyachenko yang jadi pembeda di tim utama. Tapi itu tidak membuat mereka minder.

“Kami tetap yakin dengan target juara di Piala Indonesia karena Arema sudah pernah meresakan bagaimana mengumpulkan pemain bintang dan perlu waktu adaptasi. Sekarang Arema tidak banyak mengubah pemain sehingga tim ini sudah jadi,” jelasnya.

Sementara tim lain yang banyak mengumpulkan pemain bintang harus lebih dulu menyatukan ego para pemain tersebut. Dengan bermaterikan pemain bintang, tim tidak langsung superior. Ada kalanya proses adaptasi justru lebih sulit.

Arema pernah jadi tim berlabel Los Galaticos pada musim 2013. Pelatih Rahmad Darmawan yang didatangkan bersama sederet pemain mahal, Seperti Greg Nwokolo, Victor Igbonefo, Cristian Gonzales dan yang lainnya.

Tapi, Arema terlambat panas dan sempat dikritik Aremania. Pada akhir musim mereka baru tancap gas dan jadi runner-up ISL 2013. Sementara, sang juara Persipura yang tidak banyak melakukan perubahan.

Dari pengalaman itu, Arema belajar jika materi pemain bintang bukan jaminan. Yang terpenting justru kematangan dan kekompakan tim. Ketika Arema jadi juara ISL 2010 juga prinsip itu sudah dipakai.

Sekarang, Arema akan memberi bukti apakah prinsip itu bisa mendatangkan gelar juara Piala Indonesia atau tidak.