Duel Batal Digelar, Persebaya Minta Persinga Dianggap Kalah WO

Keputusan PSSI menunda laga leg pertama babak 32 besar Piala Indonesia, memantik reaksi keras dari manajemen Persebaya Surabaya. Tim berjuluk Bajul Ijo itu meminta Persinga Ngawi di-WO karena sebagai tuan rumah gagal mengelar pertandingan.

Sekretaris Persebaya, Ram Surahman mengatakan sesuai regulasi seharusnya Persinga dinyatakan kalah WO karena tidak siap menggelar pertandingan.

“Soal ini Persebaya menyesalkan. Harusnya, jika tak sanggup, bisa kembali ke regulasi. Di situ disebutkan, tim yang gagal menyelenggarakan pertandingan dinyatakan WO,” protes pria yang akrab dipanggil Cak Ram ini.

Sebelumnya, PSSI memutuskan menunda jadwal Persinga vs Persebaya dari Selasa 22 Januari 2019 menjadi 30 Januari 2019. Dalam surat pemberitahuan yang ditandatangani Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria itu disebutkan jika penundaan karena Persinga kesulitan mendapatkan izin pertandingan dari pihak keamanan.

Sebenarnya, PSSI Jatim sempat turun tangan dengan membantu mencari lokasi pertandingan yaitu di Stadion Jala Krida, Bumimoro, Surabaya. Namun ternyata juga gagal karena lapangan dipakai kegiatan lain yang tak bisa digeser.

Dalam surat perubahan jadwal itu juga belum disebutkan lokasi pertandingan leg pertama Persinga Vs Persebaya. Yang pasti, imbasnya leg kedua saat Persebaya menjadi tuan rumah juga ikut mundur menjadi 7 Februari 2019, di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. (hen)