Soroti Kinerja Pengadil, PSM Minta PSSI Mengganti Komite Wasit

Manajemen PSM Makassar sempat melayangkan kritikan pedas soal wasit dalam Kongres Tahunan PSSI di Bali, Minggu (20/1) kemarin. Menurut CEO PSM, Munafri Arifuddin, kualitas wasit menjadi salah satu hal mendasar yang harus dibenahi agar pelaksanaan kompetisi sepak bola Indonesia bisa berkualitas.

“Karena wasit lah yang selalu menjadi biang masalah di pertandingan,” kata lelaki yang akrab disapa Appi ini, dalam keterangan resminya di Makassar, Senin (21/1). Wasit menurut Appi menjadi tolak ukur sebuah Liga yang berkualitas.

Merujuk dari beberapa persoalan dalam kompetisi sebelumnya, pengadil pertandingan memang kerap menjadi sorotan. Terutama ketika sejumlah tim alami kekalahan usai menjalani pertandingan. Baik kandang maupun tandang. Persoalan itu kata Appi tak akan berujung ketika PSSI tak mampu melakukan tindakan tegas.

Dia merekomendasikan kepada PSSI agar Komite Wasit segera diganti dan dibuat menjadi lembaga yang independen. Begitupun dengan dua lembaga lainnya, Komisi Disiplin (Komdis) dan Komisi Banding (Komding).

“Harus segera diganti menjadi lembaga independen. Mereka harus mampu memberi putusan yang fair (adil) agar tercipta Liga yang berkualitas,” tegasnya.

Selain persoalan wasit, hal lain yang disampaikan PSM dalam kongres adalah soal jadwal pertandingan. Merujuk data jadwal musim kompetisi 2018 lalu, tim yang akan bertanding diacak. Hal itu menuru Appi akan berimbas kepada kondisi teknis tim.

“Rekomendasi kami, PSSI dan operator Liga memperhatikan tingginya biaya tim yang akan melakoni pertandingan. Terutama soal biaya penerbangan,” imbuh Munafri.

Di luar itu, menyoal mundurnya Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI, Munafri enggan berbicara banyak. Ditunjuknya Joko Driyono sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketum PSSI menurutnya adalah sesuatu yang normal dalam sebuah organisasi.

“Sesuai statuta, kalau ketua umum mundur, secara otomatis wakil ketua yang usianya paling tua akan menjadi plt. Jadi bukan (persoalan) menolak atau menerima,” pungkas Munafri.