Umuh Muchtar: Bukan Saya yang Mengajukan KLB

Mundurnya ketua umum Induk Sepak Bola Indonesia (PSSI), Edy Rahmayadi dan menunjuk wakil 1 Joko Driyono sebagai ketua umum sementara ternyata berdampak ke isu lain. Isu tersebut adalah bakal diadakannya Kongres Luar Biasa (KLB).

Namun belum juga kabar tersebut berkembang, voters yang baru saja mengikuti kongres tahunan PSSI di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali kompak menyatakan tidak ada agenda untuk KLB.

Adapun alasan sejumlah voters tersebut dikarenakan waktu untuk menggelar KLB mepet dengan pemilu yang bakal digelar April 2019 nanti.

Seperti yang disampaikan oleh manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar yang mengatakan jika Kongres Luar Biasa (KLB) tidak perlu dilakukan. Pria yang akrab disapa Uwak Haji itu memilih untuk konsentrasi kepada pemilu.

Selain itu dia juga ingin melihat kinerja dari Plt ketua umum PSSI, Joko Driyono, memimpin PSSI setelah ketua umum PSSI sebelumnya, Edy Rahmayadi memutuskan untuk mundur.

“Tidak ada KLB dulu karena sebentar lagi pilpres, tapi tidak menutup kemungkinan juga ada KLB,” kata Umuh usai kongres berakhir, pada Minggu (20/01/19).

“Lihat saja, Pak Joko bisa membuktikan tidak melihat kondisi sepak bola kita yang carut marut ini,” imbuhnya.

Selain itu, disinggung mengenai Persib yang merupakan salah satu voters yang menginginkan KLB. Wak Haji langsung membantahnya.

“Tidak lucu KLB tapi sebentar lagi pilpres, bukan saya juga yang mengajukan,” ungkapnya.

Sementara itu manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji, mengatakan hal yang sama.

Menurutnya KLB tidak perlu dilakukan sembari membandingkan dengan beberapa klub Indonesia yang juga tidak menghendaki terjadinya KLB.

“Dinamika KLB dalam kongres tadi saya tidak mendengar ada keinginan itu, (KLB) hanya Asprov DKI saja yang menghendaki. PSM Makassar tadi bilang buat apa ngurusi KLB, Persipura juga buang-buang biaya,” beber Sumardji.