Bambang Suryo: Sanksi PSSI Pembunuhan Karakter

Komite Disiplin (Komdis) PSSI memberikan sanksi tegas kepada Manajer Persekam Metro FC, Bambang Suryo. Yakni berupa larangan beraktifitas dalam ruang lingkup sepak bola Indonesia seumur hidup.

Dalam keterangan PSSI, pada 19 Desember 2018, Bambang dipanggil untuk menghadiri sidang Komdis PSSI guna memberikan keterangan. Namun Bambang tidak memenuhi panggilan Komdis PSSI tanpa alasan yang patut.

“BS lebih memilih hadir pada acara di sebuah TV swasta pada malam hari dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin,” kata Ketua Komdis PSSI, Asep Edwin, Selasa 25 Desember 2018.

Menanggapi itu, Bambang mengaku memilih hadir pada acara di sebuah TV swasta karena mendapatkan undangan. Sedangkan, diakuinya, PSSI tidak pernah memberikan undangan kepadanya untuk menghadiri sidang.

“Saya memilih Mata Najwa itu saya diundang Mata Majwa. Lah PSSI komdisnya tidak mengundang sama saya. Mana suratnya. Itu lho. Mana suratnya saya diundang. Masak saya dihukum seumur hidup,” katanya.

Pria yang akrab disapa BS ini mengaku sebelumnya dirinya mendapatkan sanksi dari PSSI pada 2015 silam. Saat itu, dia dihukum seumur hidup juga.

“Sekarang 54-4 dihukum seumur hidup lagi, apakah ini bukan pembunuhan karakter bagi saya. Sedangkan Hidayat (mantan Exco PSSI) yang terstruktur dalam dalam PSSI, dihukum 3,5 tahun dan uang 150 juta,” bebernya.

Pria berkepala plontos ini mengaku sanksi yang diberikan padanya sungguh tidak adil. Dia mengaku bahwa sanksi yang diperolehnya ibarat semut yang diinjak-injak oleh gajah.

“Ibarat saya ini semut yang diinjak oleh gajah. Tapi semut yang diinjak oleh gajah akan berontak. Saya tidak akan berkoar, saya tidak akan macam-macam. Saya akan membuka match fixing di Indonesia ini,” tegasnya.

“Saya di Indonesia ini banyak ruginya kok saya. Pegang Metro FC, saya pakai uang pribadi,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengeluarkan keputusan terkait pelanggaran disiplin kepada manajer Persekam Metro FC, Bambang Suryo. Komdis menghukum pria yang akrab disapa BS itu dengan larangan beraktifitas dalam ruang lingkup sepak bola Indonesia seumur hidup.

Komdis menyatakan bahwa BS melakukan tingkah laku buruk pada pertandingan PSN Ngada kontra Persekam Metro FC, 26 November 2018 lalu di kompetisi Liga Indonesia 3 2018. Pada laga itu, BS diketahui berupaya menyuap tim PSN Ngada.