Tiru Klub Luar Negeri, Ini Cara Barito Putera Merevolusi Sepak Bola Indonesia

Klub sepak bola asal Kalimantan, Barito Putera menjadi sorotan semenjak kehadirannya di kasta tertinggi sepak bola Tanah Air.

Usai menjuarai Divisi Utama pada musim 2011/2012 dan promosi ke Liga Super Indonesia musim 2012/2013, Barito Putera menjadi salah satu klub yang paling berani melakukan kontrak jangka panjang kepada pemain muda.

Sebut saja Hansamu Yama Pranata dan Paulo Oktavianus Sitanggang yang dikontrak selama tiga tahun sejak musim 2015 lalu, lantas kemudian diperpanjang hingga akhir musim 2018 di era kepelatihan Jacksen F. Tiago.

Selain itu masih ada dua pemain muda yang berposisi sebagai bek, yakni Dandi Maulana dan Nazar Nurzaidin yang masing-masing dikontrak selama tiga tahun sejak awal musim 2018.

Di level junior, Barito Putera juga mendapatkan tanda tangan dari tiga pemain andalan Timnas Indonesia U-16, yakni Bagas Kaffa, Bagus Kahfi, dan David Maulana yang juga dikontrak dengan durasi tiga tahun hingga musim 2021 mendatang.

Hal ini diakui pelatih Jacksen F. Tiago sebagai salah satu langkah untuk merevolusi sepak bola Indonesia.

“Kalau berkaca kepada sepak bola dunia yang menjadi contoh kami, rasanya (kontrak jangka panjang) iya,” ucap Jacksen kepada portal media olahraga INDOSPORT.com pada Sabtu (29/12/18).

Hal ini juga mengindikasikan jika Barito Putera serius dalam upaya pembinaan pemain muda dan mematangkan kemampuan pemain lokal.

Sebagaimana diketahui jika klub asal Kalimantan Selatan tersebut juga memainkan pemain muda secara reguler di tim inti, sehingga kini banyak pemain muda Indonesia yang berminat untuk menjadi bagian dari Laskar Antasari.