Satgas Antimafia Bola Tangkap Pelaku Kunci Pengaturan Skor

Satgas Antimafia Bola kembali melakukan penangkapan. Kali ini terhadap salah seorang yang diduga kuat sebagai pelaku kunci yang bisa menjadi gerbang pembuka untuk mengungkap kasus-kasus pengaturan skor lainnya.

Dia adalah orang lama di PSSI, yakni Mansyur Lestaluhu. Dia sudah masuk ke BLAI (Badan Liga Amatir Indonesia) pada era Nurdin Halid. Sosok yang memang selama ini dikenal sangat nglonthok untuk urusan perwasitan.

Saat ini, di era kepemimpinan Edy Rahmayadi, Mansyur menjabat staf Departemen Wasit PSSI. Keberadaannya krusial. Bisa memengaruhi penunjukan wasit dalam pertandingan. Dari penangkapan Mansyur, satgas bisa mengembangkan mana saja pertandingan yang wasitnya telah berkongkalikong untuk mengatur hasil laga.

Seperti diketahui, satgas kembali menetapkan lima tersangka atas kasus laporan mantan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani. Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka berinisial ML, CH, DS, P, dan MR.

“Tadi malam (Senin malam, Red), dari lima TSK (tersangka) itu, kami menangkap satu orang berinisial ML (Mansyur Lestaluhu) atau alias BM. Saat ini sedang diperiksa penyidik Satgas Antimafia Bola,” ucap Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombespol Argo Yuwono.

Argo lantas menyebutkan peran ML dalam pengaturan sejumlah pertandingan. Dia menjadi aktor yang berperan penting mengatur wasit dalam sebuah pertandingan.

“Peran tersangka ML adalah mafia mengatur pertandingan. Artinya gini, saat pertandingan dilakukan, dia yang mengatur tambahan waktu berapa, kemudian ada kartu kuning, kartu merah, semua dia yang mengatur. Dengan harapan apa yang menjadi tujuan tercapai,” bebernya.

Tetapi, Argo belum dapat menjelaskan lebih jauh siapa saja selain ML di Departemen Perwasitan PSSI yang terlibat skandal kasus pengaturan skor. “Ini sedang kami dalami. Sedang BAP. Belum selesai ya. Dia orang lama di PSSI. Makanya sedang kami cek,” ungkapnya.

Argo menjelaskan, Mansyur ikut dalam pertemuan di salah satu hotel di Banjarnegara sebelum pertandingan Persibara melawan Persekabpas Kabupaten Pasuruan digelar. Dalam pertemuan tersebut, ikut hadir beberapa pelaku yang sudah ditangkap, yakni wasit Nurul Safarid, Priyanto, Johar Lin Eng, Anik Yuni Artika Sari, hingga Dwi Irianto. Pihak kepolisian, kata Argo, kini mengejar empat tersangka lainnya. Pihaknya berharap mereka segera diamankan.