Persija Jakarta Didesak Suporter dan Tenggat Waktu Liga Champions Asia

Persija Jakarta sejauh ini belum terlihat agresif di bursa transfer pemain. Mereka baru mendatangkan dua pemain asing, yakni Bruno Matos dan Jahongir Abdumuminov, yang berposisi sebagai gelandang.

Manajemen tim berjuluk Macan Kemayoran itu tak bisa bersantai. Karena mereka mesti mencari satu pemain lagi yang berposisi sebagai bek sebagai ganti Jaimerson Xavier yang hengkang ke Madura United.

Untuk pemain lokal, baru ada nama Ryuji Utomo yang menonjol. Sisanya, skuat Persija saat ini dihuni pemain seleksi yang rekam jejaknya belum mumpuni.

Melihat belum agresifnya Persija di bursa transfer, tidak sedikit Jakmania yang melontarkan kritik. Manajemen dianggap lambat bergerak untuk menyusun kerangka tim.

Kekhawatiran Jakmania amat beralasan. Karena tim kebanggaan mereka sebentar lagi akan memainkan laga Kualifikasi Liga Champions Asia melawan Home United di Stadion Jalan Besar, 5 Februari 2019.

Merujuk hal tersebut, kebutuhan Persija akan pemain baru juga mendesak. Karena dalam aturan Liga Champions Asia yang dikeluarkan AFC, setiap tim wajib mendaftarkan pemain 15 hari sebelum pertandingan dimulai.

Artinya, Macan Kemayoran sudah harus menyetor nama kepada AFC pada 21 Januari 2019 mendatang. Regulasi menyebutkan, setiap peserta minimal mendaftarkan 18 pemain, dan maksimal 30.

Terkait dengan bek asing yang menjadi incaran Persija sempat muncul nama Anderson Salles. Namun, belakangan muncul kabar lain, di mana Bhayangkara FC mengklaim sudah negosiasi terlebih dulu.

“Kami beberapa hari ini ada koordinasi, pendekatan mengarah ke hal yang positif kita ambil Anderson. Dia dari Brasil, stoper, kami sudah bicara dan menemui harga. Tinggal mudah-mudahan harapan saya minggu depan datang supaya bisa lihat dia sehat atau tidak gabung dengan Bhayangkara,” kata manajer Bhayangkara FC, Sumardji.

Akan jadi pukulan telak bagi Persija bila ucapan Sumardji itu benar adanya. Karena mereka harus langsung memburu pemain baru di sisa waktu yang ada. (one)