Semen Padang Resmi Mengontrak 21 Pemain

Manajemen Semen Padang resmi mengikat 21 pemain untuk mengarungi Liga 1 2019, Rabu (16/1/2019).

Dari 21 pemain, 17 di antaranya merupakan pemain lama yang kontraknya diperpanjang. Empat pemain lain adalah wajah baru, yakni bek tengah asal Uzbekistan Shukuruli Pulatov, Teja Paku Alam, Syaiful Indra Cahya, dan M. Rifqi.

Manajer Semen Padang, Win Bernadino mengatakan, proses kontrak tersebut dilkukan setelah menerima hasil evaluasi dari tim peatih dan manajemen. Menurutnya, 21 pemain tersebut dikontrak selama satu tahun untuk Liga 1 2019.

“Alhamdulillah kami sudah lakukan penandatanganan kontrak bersama 21 pemain dengan durasi satu tahun,” sebut Win.

Ia menambahkan, para pemain yang sudah dikontrak langsung didaftarkan untuk mengikuti liga dan turnamen lainnya. Untuk empat pemain yang baru yang dikontrak juga tidak mengalami masalah dengan klub sebelumnya.

Sementara itu, pemain rekrutan baru Semen Padang, Shukurali Pulatov menyampaikan rasa senangnya, karena bisa langsung diresmikan menjadi pemain Semen Padang.

Ia memiliki target membawa tim sukses di Liga 1 2019 dan punya kans tampil di level Asia.

Setelah mengontrak 21 pemain, Semen Padang masih terus melakukan perburuan, terutama pemain asing. Semen Padang menunggu kedatangan striker asal Italia. Hingga saat ini, manajemen tim Kabau Sirah masih melakukan komunikasi dengan agen yang menaungi sang pemain.

Daftar Pemain
PSS Sleman Vs Semen Padang
Striker Semen Padang, Irsyad Maulana, mengejar striker PSS Sleman, Rifal Lastori, pada laga Liga 2 di Stadion Pakansari, Jawa Barat, Selasa (4/12). PSS menang 2-0 atas Semen Padang. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
17 pemain lama Semen Padang yang kembali dikontrak:

Rendi Oscario, Leo Guntara, Novrianto, Agung Prasetyo, Fridolin Kristof Yoku, Manda Cingi, Rudi, Rosad Setiawan, Firman Septian, Abd. Lestaluhu, Irsyad Maulana, Riski Novriansyah, Afriansyah, Syaeful Anwar, Ronaldo Eko Julianto, Apriogi Yunespraga, Iqbal Bakhtiar.

4 pemain baru:

Shukuruli Pulatov, Teja Paku Alam, Syaiful Indra Cahya, dan M. Rifqi.