Stefano Cugurra Berharap Lini Belakang Bali United Lebih Baik

Pelatih anyar Bali United Stefano Cugurra berharap agar pemain baru di sektor belakang bisa beradaptasi dengan cepat, sehingga pertahanan Serdadu Tridatu bisa lebih solid sebelum babak 32 Besar Piala Indonesia 2018.

Cugurra mengatakan, salah satu kelemahan Bali United di musim lalu adalah sektor pertahanan. Hal itu ia sampaikan kepada CEO Yabes Tanuri sebelum menandatangani kontrak sebagai arsitek tim. Bali United kemarin mengumumkan delapan pemain baru yang bisa memperkuat pertahanan.

“Kenapa banyak pemain belakang? Karena tim ini sangat butuh. Bali United punya masalah di lini belakang musim kemarin. Sekarang kami harus melihat pemain baru. Kami kasih waktu kepada pemain baru untuk beradaptasi. Kami tidak punya banyak waktu, karena ada Piala Indonesia,” tutur pelatih dengan sapaan akrab Teco ini.

“Saya sangat senang bisa kerja di Bali United, dan mau kerja keras di sini untuk memenuhi target manajemen. Yang penting komunikasi. Saya harus sering diskusi dengan pemain agar bisa membangun teamwork untuk sukses bersama. Saya ucapkan terima kasih kepada Persija, tapi saya ingin tantangan baru dalam karir saya.”

Di lain sisi, Yabes menegaskan, hadirnya sejumlah pemain baru berusia kepala tiga tidak membuat manajemen melupakan komitmen terhadap pembinaan usia muda. Menurutnya, beberapa pemain musim lalu masih ada yang berusia di bawah 23 tahun, dan mendapatkan kesempatan bermain.

“Sebagian besar pemain baru tahu hari ini [kemarin] pelatihnya adalah Teco. Jadi mereka datang ke sini bukan karena faktor Teco. Semua pemain baru yang didatangkan juga berdasarkan pilihan pelatih,” ujar Yabes.

“Tapi kami tetap komitmen dengan pemain usia muda. Tapi ada permintaan suporter juga supaya dapat prestasi. Pemain muda kami juga cukup banyak, yang U-23 ada delapan orang. Coach bilang, pemain baru ini untuk menambah pengalaman [bagi pemain muda] di lini belakang.”

Sementara itu, suporter tidak mempermasalahkan bila Bali United bermain cenderung bertahan di bawah asuhan Teco. Salah satu fans dari Brigaz Bali, Dandi, menyebutkan, pertahanan memang menjadi titik lemah Bali United.

“Atas pilihan manajemen yang memilih Teco yang notabene lebih dikenal dengan pola bertahan, kami cukup senang, karena di Liga 1 pemain belakang Bali United rapuh. Mungkin ini evaluasi manajemen yang tahu jika pemain belakang mereka rapuh,” beber Dandi.

“Kami kagum dengan Haudi [Abdillah] dan Willian [Pacheco], yang lainnya kayaknya kurang. Tapi apapun itu, kami akan selalu dukung. Harapan kami agar ke depannya lebih baik. Kami optimis tahun ini juara.” (gk-67)