Januar Herwanto Sebut Satgas Antimafia Bola bak Oase di Sepak Bola Indonesia

Manajer Madura FC, Januar Herwanto, angkat bicara soal langkah cergas Satgas Antimafia Bola dalam mulai mengusut kasus-kasus match fixing di sepak bola Indonesia. Januar menyebut kesigapan satgas bentukan Kapolri ini mampu jadi pelipur di tengah karut-marut kondisi sepak bola Indonesia.

Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola langsung menggebrak begitu resmi dibentuk. Sejauh ini, mereka sudah menahan empat orang yang diduga terkait dengan praktik match fixing. Dua di antara empat orang ini adalah anggota Komdis PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih dan anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng.

Menurut Januar, terbentuknya Satgas Antimafia Bola ini merupakan hal positif. Terlebih, mereka mampu langsung tancap gas mengusut dugaan kasus pengaturan skor.

“Sungguh menjadi oase di persepakbolaan kita yang miskin prestasi dan rasa malu,” ujar Januar, pada Bola.net, Jumat (28/12).

“Saya cukup puas dengan pengungkapan kasus-kasus ini,” sambungnya.

Lebih lanjut, Januar menyoroti sudah ditangkapnya empat orang yang diduga terkait kasus pengaturan skor, termasuk dua petinggi PSSI. Hal ini, menurutnya, sudah merupakan bentuk dari kedaruratan PSSI.

“Namun, dalam kedaruratannya, PSSI malah fokus memanggil76 admin akun media sosial,” ucapnya.

“Seharusnya, federasi bisa mengukur diri,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, Januar pun menyebut cara yang bisa dilakukan untuk mengakhiri kedaruratan ini. Menurutnya, ada hal yang bisa dilakukan sebagai jalan tengah dari revolusi.

“Harus ada quantum evolution,” tandasnya.