Dapat Tawaran Klub Lain, Pemain Sayap Persebaya Memilih Bertahan

Pemain sayap Persebaya Surabaya, Oktafianus Fernando, menyatakan tak akan hengkang ke klub lain pada musim depan. Pria yang akrab disapa Ofan itu menjadi pemain ketiga yang bertahan setelah Ruben Sanadi dan Irfan Jaya.

Sebelumnya, Ofan pernah mengatakan kepada Bola.com telah mendapat tawaran dari klub lain. Namun, dia sejak awal sudah memutuskan bakal kembali membela Persebaya yang sangat berjasa untuk kariernya.

“Saya rasa pilihan terbaik adalah tetap bertahan di Persebaya. Klub ini adalah rumah saya. Di klub ini saya sudah seperti keluarga sendiri. Ini alasan saya sehingga tidak mau pindah klub,” ucap pemain berdarah Flores-Jawa itu, Sabtu (29/12/2018).

“Cita-cita itu kini terwujud. Jadi prioritas pertama saya pasti Persebaya walaupun ada tawaran dari klub lain. Saya sudah sepakat tentang semuanya untuk musim depan dengan manajemen. Saya senang. Kini, tinggal menunggu informasi untuk program menjelang musim depan,” imbuhnya.

Ofan memulai karier juniornya dengan bergabung Indonesia Muda yang tampil di kompetisi internal Persebaya. Setelah itu, dia mulai mengembara ke klub lain seperti Persita Tangerang dan Cilegon United.

Saat Persebaya Surabaya turun kasta ke Liga 2 2017, Ofan memilih pulang dan membela klub berjulukan Bajul Ijo itu. Pemain berusia 25 tahun itu juga masuk bagian integral skuat Persebaya yang menjuarai Liga 2 2017.

Selama musim 2018, Ofan harus bersaing dengan deretan pemain sayap lain yang juga berkualitas, yaitu Irfan Jaya, Ferinando Pahabol, dan Osvaldo Haay. Beruntung, mantan pemain Timnas Indonesia itu tetap mendapatkan kesempatan bermain.

Dia telah tampil sebagai pemain sayap yang membukukan catatan pertandingan terbanyak, 27 pertandingan (1849 menit). Namun, kontribusi golnya malah paling minim karena hanya sekali mencetak gol.

Satu-satunya gol yang dicetak olehnya itu paling mudah diingat publik. Golnya lahir saat Persebaya menjamu Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (4/11/2018).

Ofan melepas tembakan keras spektakuler dari luar kotak penalti yang gagal dihalau Shahar Ginanjar.