Kisah Andik Vermansah Jualan Es di Tambaksari Sebelum Gabung Persebaya Surabaya dan Madura United

Andik Vermansah kini secara resmi sudah bergabung Madura United untuk Liga 1 2019. Pemain asal Jember, Jawa Timur ini meniti karir sepakbola profesional secara berliku.

Dia sempat jualan es di Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari sebelum akhirnya gabung ke Persebaya Surabaya.

Ya, Persebaya Surabaya lah menjadi klub pertama profesional Andik Vermansah.

Setelah bermain di Persebaya Surabaya, nama Andik Vermansyah pun bersinar dan menjadi bintang baru di sepakbola Kota Pahwalan.

Bagi Andik Vermansah, bisa masuk ke tim Persebaya Surabaya merupakan suatu kebanggaan tersendiri yang akhirnya dia mengidolakan dan mencintai hanya satu klub di Indonesia, yakni Persebaya Surabaya.

Sebelum menembus jadi bagian tim Persebaya Surabaya, Andik Vermansah ternyata seorang bocah yang mejadi penjual di Stadion 10 Nopember sebagai kandang Persebaya Surabaya sebelum pindah ke Gelora Bung Tomo.

Dikumpulkan Surya.co.id dari berbagai sumber mengisahkan, suatu ketika di antara kerumunan suporter, seorang bocah kecil mondar mandir menjajakan minuman ringan dan makanan kecil.

Andik Vermansah kecil berjalan keliling di area stadion mencari pembeli.

“Minum mas…,” kata Andik kecil kala menawari suporter membeli minuman.

Andik Vermansah dilahirnya di Jember, Jawa Timur pada 23 November 1991.

Sebelum menjadi pesepakbola profesional dengan gaji tinggi, ia pernah menjadi penjual es dan makanan kecil di Stadion Gelora 10 Nopember Siurabaya. Dia juga pernah menjadi loper koran.

“Waktu itu saya masih kelas IV SD. Saya berjualan minuman dan makanan kecil di stadion setiap Persebaya main. Itu saya lakukan supaya bisa memenuhi keinginan membeli sepatu sepakbola.

Setelah besar, saya juga pernah menjadi loper koran,” aku Andik Vermansah dikutip Surya,co,id dari laman Tribunnews.com.

Andik masuk lebih dulu ke tim ersebaya Surabaya junior pada 2004 hingga 2005. Dia juga masuk tim PON Jawa Timur di Kalimantan Timur pada tahun 2008. Saat itu Tim PON Jatim dilatih Aji Santoso dengan pemain-pemain berkualitas.

Selain Andik Vermansah, ada Rendi Irwan (Persebaya Surabaya), Munhar dan Hery Prasetyo (Madura United), Juan Revi (Arema FC) dan sederet pemain muda lainnya.

Hasilnya, Andik Vermansah dkk sukses merebut medali emas dari cabang sepakbola.

Andik Vermansah terlahir di keluarga yang sederhana. Ayahnya sempat jadi pekerja bangunan dan ibu merupakan seorang penjahit.

Penghasilan kedua orangtuanya itu pun bisa dibilang pas-pasan dan hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah Andik kala itu.

Kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas membuat kedua orangtua Andik tidak mempunyai cukup uang untuk mendukung mimpi Andik menjadi pemain sepakbola.

Andik sempat dilarang jadi pemain sepakbola oleh kedua orantuanya. Oleh sebab itu, Andik pun membantu kedua orang tua mendaptkan uang dengan perjualan es.

Hasilnya ditabung untuk membeli sepatu sepakbola. Selain itu, sebagian uang ia sisihkan sebagai uang jajan.

“Hitung-hitung bantu keluarga dan untuk jajan saya setiap hari. Sebab orang tua kadang tidak bisa kasih uang jajan,” Andik .

Andik kecil memang menyenangi sepakbola. Saat SD, ia berlatih di Sekolah Sepakbola (SSB) Dwikora. Selanjutnya pindah ke SSB Kedawung Setia Indonesia (KSI) Surabaya.

Dari KSI, Andik direkrut SSB Suryanaga Surabaya.

Ini bermula dari pelatih Suryanagam Rudi yang takjub melihat kemampuan an bakat Andik.

“Waktu itu dia(Rudi) nonton aku bermain dan dia bertanya kamu ikut SSB apa? Aku jawab, tidak ada. Aku pun diajak ke Suryanaga, gratis. Terus aku bilang kakak dan diizinkan,” jelas Andik dikutip dari Kompas.com.

Di bawah asuhan SSB Suryanaga, karier Andik berkembang cepat. Saat usia 17 tahun, Andik Vermansah masuk Persebaya.

Setelah gabung Andik baru berkesempatan bermain kali pertama bersama Persebaya pada 2008. Saat itu menghadapi Persekabpas Pasuruan.

Andik bermain di posisi bek sayap. Gaya permainannya mengandalkan kecepatan membuat Andik sering disebut sebagai Lionel Messi-nya Indonesia.

Permainan Andik yang eksplosif rupanya mencuri perhatian Rahmad Darmawan yang sedang menukangi Tim Nasional Indonesia U-23.

Saat itu, Andik dipanggil untuk memperkuat Timnas U-23 yang tengah disiapkan untuk menghadapi SEA Games 2011 yang digelar di Jakarta dan Palembang.

Selepas dari Persebaya Surabaya, Andik Vermansah hijrah ke klub Slangor FC Malaysia.

Setelah itu, dia juga bermain di Kedah FA Malaysia. Sedangkan karir di Timnas Indonesia, Andik Vermansah sering keluar masuk.

Terakhir dia menjadi bagian Timnas Indonesia di Piala AFF 2018.

Bersama Timnas Indoensia, pengalaman Andik yang paling berkesan kala laga ujocoba Indonesia lawan Los Angeles Galaxy yang diperkuat David Beckham.

Lantaran Andik kerap tampil merepotkan, David Beckham pun melakukan tekel keras.

Usai laga, Beckham mendekati Andik dan memberikan kostumnya kepada pemain mungil ini.

Kini Andik Vermansah secara resmis udah berlabuh ke Madura United untuk kompetisi Liga 1 2019.

Andik menandatangani kontrak selama satu musim bersama Madura United. (*)