Soal Whistleblower Match Setting, Komdis PSSI Berjanji Tak Ada Sanksi

Upaya Persijap Jepara dalam mengungkap skandal match fixing dan match setting yang dialami mereka diapresiasi Komisi Disiplin PSSI. Pihak Komdis pun menjanjikan para whistleblower tak akan mendapat hukuman.

Komisi Disiplin PSSI memang mengimbau kepada siapapun yang memiliki informasi soal pengaturan skor agar tidak takut untuk melapor. Komdis menjamin bahwa whistleblower alias peniup peluit tidak akan ikut diseret jadi terhukum.

Ketua Komdis PSSI Asep Edwin menjelaskan, pihaknya tidak akan memberi hukuman kepada siapapun termasuk Presiden Persijap Jepara, Esti Puji Lestari, jika berani membongkar dan mengungkapkan skandal pengaturan skor. ’’Malah FIFA sudah mengatur itu dalam programnya. Yakni bahwa whistleblower tidak dijatuhi hukuman,’’ jelasnya.

Asep menambahkan, dalam Kode Disiplin PSSI, hukuman atau sanksi yang dijatuhkan juga harus melihat kondisi dan situasi. Artinya, pihaknya tidak bisa seenaknya saja memberikan hukuman. Karena itulah, Asep mengatakan Komdis akan sangat terbuka jika memang Esti mau datang dan memberikan seluruh keterangan terkait kejanggalan-kejanggalan yang dialami timnya.

Dia mencontohkan kasus yang dialami oleh mantan manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani. Lasmi yang pernah memberikan sejumlah uang kepada Priyanto dan Ani Yuni Artikasari untuk mengatur pertandingan tidak dihukum oleh Komdis PSSI. Priyanto dan Ani akhirnya ditangkap oleh Satgas Antimafia Bola.

Bahkan dua nama pejabat penting PSSI, anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng dan anggota nonaktif Komdis Dwi Irianto alias Mbah Putih juga ikut terseret. ’’Itu karena Lasmi berani jadi whistleblower, ikut membantu Komdis mengungkapkan kebenaran yang ada,’’ paparnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*