Jadi Tim Terganas Liga 1 2018, Borneo FC Langsung Fokus Benahi Mental

Saat Barito Putera dinobatkan sebagai Tim Fair Play di Liga 1 2018, Borneo FC justru berada di sisi yang berlawanan. Tim berjuluk Pesut Etam itu menjadi tim paling ganas sepanjang kompetisi Liga 1 2018.

Bagaimana tidak, sepanjang bergulirnya Liga 1 2018, Pesut Etam telah mengoleksi 86 kartu kuning plus 7 kartu merah. Sebuah rekor yang jelas tidak diharapkan terjadi di musim depan.

Bandingkan dengan Barito Putera yang meraih 46 kartu kuning dan 3 kartu merah. Tak heran jika tim asuhan Jacksen F Tiago ini lantas diganjar sebagai klub paling fair play di Liga 1 2018.

Hal ini bukan tidak disadari manajemen Borneo FC. Mereka sepakat menyiapkan mental tim agar lebih kalem musim depan. Sehingga Borneo FC bisa selalu tampil dengan skuad inti dalam setiap laga di musim depan.

“Banyaknya kartu yang kami dapat membuat rotasi dilakukan setiap pekan. Pemain inti harus absen di beberapa laga juga karena sanksi,” terang Sekretaris Borneo FC, Hariansyah Ari.

Menilik rekor buruk tersebut, Ari menilai staf pelatih wajib menginstruksikan pemain tampil lebih kalem. Di sisi lain, dia berharap keputusan wasit memberi kartu bisa lebih adil.

“Banyaknya kartu musim lalu juga tidak lepas dari beberapa keputusan wasit yang tidak tepat. Kami harap kompetisi yang akan datang bisa lebih fair play,” harapnya.

Sementara saat ditanya soal kerangka tim musim depan, Ari menyebut belum bisa berbicara banyak. Pasalnya, manajemen hingga kini masih mengevaluasi kinerja tim musim lalu. Hasilnya baru bisa dibeberkan akhir Desember ini.

“Sementara kami masih fokus pada evaluasi tim secara keseluruhan. Setelahnya baru bisa menentukan komposisi terbaik musim depan. Karena selain pemain kami juga menentukan posisi staf pelatih,” pungkasnya.