Dampak Buruk Degradasi, Sriwijaya FC Kehilangan Banyak Bintang

Dampak buruk terdegradasi ke Liga 2 mulai dirasakan Sriwijaya FC. Satu persatu penggawa Laskar Wong Kito memilih hengkang untuk memperkuat tim lain. Mayoritas dari mereka memilih berpisah karena ingin tetap bermain di kasta tertinggi Liga 1.

Terbaru ialah Teja Paku Alam. Kiper asal Padang itu dipastikan akan hengkang. Dia memilih pulang kampung untuk memperkuat tim tanah kelahirannya, Semen Padang.

Tak hanya Teja, bek kiri Sriwijaya FC, Zalnando juga memilih pulang kampung. Pemain asli binaan Sriwijaya FC asal Bandung itu dikabarkan memilih hengkang ke Persib karena belum adanya kejelasan dari pihak manajemen.

“Teja memang sudah berpamitan. Kemungkinan dia akan pindah,” ungkap Manajer Sriwijaya FC, Ucok Hidayat, Minggu 13 Januari 2019.

Selain kedua pemain itu, nama lain yang sudah lebih dulu berganti kostum ialah Zulfiandi dan Marckho Meraudje. Dua pemain muda ini menjadi amunisi baru Madura United yang bertekad menjadi juara Liga 1 2019.

Upaya Pengaturan Skor, Wasit Liga 2 Mengaku Sering Terima Ancaman
Jauh sebelumnya, Sriwijaya FC sudah harus merelakan Manuchekhr Dzhalilov yang tidak ingin memperpanjang kontrak. Kepergian pemain asal Tajikistan ini diiringi dengan Esteban Vizcarra yang akan bereuni dengan Zalnando di Persib Bandung.

Satu pemain lainnya yang dikabarkan tidak lama lagi akan hengkang ialah Alberto Goncalves. Sama seperti Vizcarra, pemain naturalisasi asal Brasil ini nampaknya lebih memilih jalan berpisah agar dapat tetap bermain di Liga 1.

“Pada prinsipnya kita tidak pernah menghalangi pemain yang ingin pergi. Apalagi sekarang kita hanya tampil di Liga 2,” ujar Ucok.

Praktis, amunisi Sriwijaya FC yang tersisa kian terbatas. Di antaranya yang kini masih tetap setia di Sriwijaya FC ialah Yu Hyun Koo, Rizky Ramadhana, Ichsan Kurniawan, Jecky Arisandi dan beberapa pemain muda lainnya.