Fakhri Tak Anggap Ada Hubungan Mata Najwa dengan Posisi Pelatih Timnas

Tiga dari empat kategori timnas putra sudah memiliki pelatih untuk periode 2019, Indonesia U-16, U-22 dan U-23, serta senior. Namun, masih ada yang tersisa belum dicarikan juru taktik, yaitu timnas U-19.

Bila mengacu pada rekam jejak, idealnya arsitek U-19 saat ini adalah Fakhri Husaini. Sebelumnya ia bertugas sebagai pelatih timnas U-16 hampir sekitar tiga tahun lamanya.

Alhasil, pemain jebolannya dulu seharusnya yang bakal mengisi timnas U-19 tahun ini. Skema seperti itu pun dipakai PSSI saat menunjuk Indra Sjafri. Dari pelatih U-19 naik kasta ke timnas U-22 dan U-23.

Toh secara prestasi Fakhri telah membuktikan dirinya. Ia sukses membawa M. Supriadi dkk. juara Piala AFF U-16 2018.

Fakhri pun telah mengaku siap mengisi slot kosong tersebut. Akan tetapi, PSSI tak kunjung menghubunginya.

Di obrolan-obrolan “warung kopi”, muncul terkaan bahwa Fakhri tak lagi diminati federasi lantaran dirinya “melawan” arahan Sekjen PSSI, Ratu Tisha.

Kasus itu terjadi saat Fakhri nekat datang ke acara Mata Najwa dengan topik pembicaraan “PSSI Bisa Apa?”. Padahal, kala itu ia tak diperbolehkan hadir oleh pejabat PSSI.

“Biarkan orang lain berfikir seperti itu. Saya tidak bisa melarangnya. Tapi yang jelas, saya tak mau menghubungkan kedua hal itu,” ucapnya kepada Bolalob.

“Saya memang tidak boleh hadir ke acara itu. Tapi, tidak ada alasan yang kuat mengapa saya tidak boleh hadir. Akhirnya saya nekat datang,” tuturnya lagi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*