Kasus Pengaturan Skor Ganggu Persiapan PSS Sambut Liga 1 2019

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro, mengakui kasus pengaturan skor mengganggu persiapan timnya menyambut debut pada Liga 1 2019. Para pemain berharap-harap cemas menunggu kejelasan nasib PSS akibat kasus dugaan pengaturan skor tersebut.

“Pasti mengganggu persiapan kami untuk menyambut kompetisi baru. Terutama dari segi mental, pemain cukup was-was situasi ini. Tapi saya yakinkan mereka untuk tetap fokus berlatih saja,” terang Seto Nurdiyantoro kepada Bola.com, Senin (7/1/2019).

Kampiun Liga 2 2018, PSS Sleman dalam bayang-bayang kabar tidak sedap. Gelar Liga 2 dan tiket promosi PSS Sleman terancam dicabut, setelah dugaan pengaturan skor yang dilakukan klub berjulukan Super Elang Jawa ini.

PSS berpeluang mendapat hukuman atau sanksi komdis PSSI jika terbukti bersalah dalam kasus dugaan pengaturan skor. Satgas Antimafia Bola tengah mendalami pertandingan PSS Sleman melawan Madura FC, termasuk memanggil para saksi.

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI bisa melakukan sidang untuk menentukan hukuman bagi PSS Sleman atau Madura sesuai regulasi di PSSI.

Seto berharap PSS mendapatkan keputusan yang diharapkan seluruh masyarakat Sleman, yaitu tetap disahkan sebagai juara Liga 2 sekaligus promosi ke Liga 1 tahun ini. Seto menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang punya kapasitas untuk menyelesaikan kasus atas timnya.

“Untuk kasus yang sedang marak, saya berharap semoga ada jalan yang terbaik, lancar, tidak ada kendala. Saya sendiri tidak bisa masuk ke ranah itu. Sebagai pelatih PSS Sleman, tugas saya hanya ada di sisi teknis tim,” kata Seto Nurdiyantoro.

1 Comment

Comments are closed.