Terkait Mafia Sepakbola, BOPI Akan Tingkatkan Peran Pengawasan

Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) bertekad meningkatkan peran pengawasan dan pengendaliannya terhadap olahraga termasuk pada isu mafia.

Hal tersebut disampaikan ketua BOPI, Richard Sam Bera, terkait tindakan pihak kepolisian yang akan memulai investigasi seriusnya terhadap dugaan terjadinya praktik-praktik kotor dalam sepakbola terutama isu pengaturan pertandingan (match fixing).

Hari Jumat (21/12/208) kemarin Richard dan Sekjennya, Andreas Marbun, dipanggil Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk dimintai keterangan mengenai isu tersebut.

“Kepada Bareskrim kami memberikan keterangan dalam fungsi dan kewenangan organisasi kami. Dan kami akan meningkatkan pengawasan dan pengendaliannya terhadap olahraga profesional Indonesia, khususnya sepakbola Liga Indonesia, melalui rekomendasi, dalam rangka penataan kembali industri olahraga profesional yang lebih maju,” ujar Richard.

BOPI dalam beberapa tahun terakhir terbilang semakin ketat . Mereka pernah beberapa kali mengancam tidak memberikan rekomendasi pada kompetisi liga selama semua persyaratan administrasi tidak dipenuhi, mulai dari dokumen kerja pemain asing sampai masalah finansial klub-klub peserta.

Pada September lalu mereka juga sempat mempertimbangkan untuk mencabut rekomendasi pada PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk melanjutkan kompetisi, menyusul kasus tewasnya seorang suporter Persija di Bandung.

“Intinya, BOPI mendukung dan akan membantu penuh Kepolisian RI dalam upaya perbaikan-perbaikan di olahraga profesional,” tambah Richard.

BOPI juga berharap masyarakat memanfaatkan fasilitas hotline yang baru dibuka oleh Satgas Antimafia Bola bentukan polisi. Siapapun yang mempunyai informasi mengenai isu suap dalam sepakbola, dapat melapor ke nomor 081387003310 lewat telepon dan WhatsApp.

“Termasuk pemain, jangan takut untuk memberikan informasi yang mereka punya melalui fasilitas hotline ini,” pungkas mantan perenang terbaik sepanjang masa Indonesia itu.