Gerilya Senyap PSIS Semarang, Siapkan Tim Khusus Buru Pemain. Yoyok Sukawi Ungkap Incarannya

Pasca kompetisi Liga 1 bergulir, PSIS Semarang masih terkesan adem ayem. Belum membuat kejutan mengenai gambaran skuat musim depan.

Saat ini, PSIS masih fokus merampungkan negosiasi perpanjangan kontrak pemain lama.

Dalam sebuah tulisan yang di unggah CEO PSIS, Yoyok Sukawi di akun instagramnya, ia menegaskan saat ini PSIS tidak tidur.

Ia mengatakan, saat ini tim kebanggaan masyarakat Kota Semarang itu terus melakukan persiapan.

Ia juga menyebut, salah satu kelemahan PSIS di Liga 1 musim depan yakni masih akan berstatus tim musafir. Sebab pengerjaan renovasi Stadion Jatidiri diprediksi belum rampung saat kompetisi bergulir nantinya.

“PSIS sedang bersiap untuk kompetisi tahun depan, kompetisi 2019 akan semakin ketat dan berat.

“PSIS 2019 masih akan bertanding diluar Kota Semarang, ini adalah kelemahan utama, melemahkan kemampuan finansial dan kekuatan dukungan suporter, tapi kita sudah lebih siap dan lebih berpengalaman,” jelas Yoyok di akun instagramnya, @yoyok_sukawi, Jumat (21/12/2018).

Menurutnya, menyongsong kompetisi musim depan pihaknya sudah menyediakan dua stasion yang bakal dijadikan homebase. Disamping itu, pihaknya juga sudah mulai memburu sponsor.

“Manajemen sedang persiapkan dua rumah (Magelang & Kendal) tentu tidak mudah, manajemen sedang berburu sponsor dan perkuat lini bisnis dan tingkatkan target pendapatan untuk pondasi keuangan lebih kuat 2019,” jelasnya.

Menyoal perekrutan pemain, pria yang juga anggota Exco PSSI ini menegaskan sudah melakukan pendekatan terhadap pemain lama dan pemain-pemain incaran.

“Untuk pemain dan official 2019, kita sedang siapkan juga, perburuan kita bagi dua tim, tim pertama bertugas mempertahankan pemain 2018 yang sudah direkomendasikan oleh pelatih. Tim kedua bertugas berburu pemain baru, mulai pemain muda bertalenta dan pemain senior berpengalaman,” paparnya.

“Pemain pengalaman dan pemain bintang memang perlu, tapi tidak harus banyak, secukupnya, karena sepak bola itu tim bukan individu, semangat dan persatuan lebih utama. 2018 kita#westerbukti,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia menyebut kendati saat ini PSIS terkesan belum melakukan pergerakan dalam urusan merekrut pemain, ia menyebut pihaknya sudah melakukan perburuan dengan melakukan strategi senyap.

“Kita memang banyak diam, bukan berarti tidak berkerja, namun kita harus berkerja cerdas, dengan gerilya senyap perburuan dan perjuangan akan lebih efektif dan efisien, ingat pesaing kita di Liga 1 semua mempunyai kemampuan finansial dan manajerial yang merata.

“Kita harus lebih kuat dan lebih cerdas untuk bersaing. Target 2018 realistis kita adalah 8 besar, tidak perlu malu, siapkan mental, siapkan semangat Insya Allah tahun 2019 kita lebih baik dari 2018,” pungkasnya.