Suporter PSM Berharap Satgas Polri Tak Pandang Bulu Berantas Praktik Pengaturan Skor

Dunia sepak bola Indonesia tengah menjadi sorotan publik hari-hari ini. Dugaan pengaturan skor hingga isu penentuan gelar juara sebelum kompetisi berakhir mewarnai perjalanan sepak bola tanah air.

Ya, dari kompetisi Liga 3 hingga Liga 1 2018, sederet persoalan bisa ditemukan. Melihat kusutnya dunia sepak bola tanah air, publik lantas merespons dengan gencar menuntut agar ada perubahan mendasar terhadap perbaikan sepak bola Indonesia.

Itu bisa dilihat dengan munculnya beragam tagar di media sosial seperti #revolusiPSSI, #BerantasMafia, #EdyOut; dan sebagainya.

Benar saja, angin segar pun muncul. Beberapa jam lalu, Kapolri Jend. Tito Karnavian mengumumkan akan segera membentuk Satgas Pemberantasan Pengaturan Skor. 

Bahkan Tito menegaskan bahwa ia akan mengendalikan sendiri Satgas pengaturan skor sepak bola Indonesia tersebut. Satgas ini rencananya akan terbentuk sebelum Liga Indonesia musim 2019 kembali bergulir.

“Saya akan kendalikan sendiri tim satgas tersebut. Satgas ini nantinya saya bentuk dengan bintang satu dan dua. Ada bagian lapangan yang akan mengontrol dan mengolek informasi,” ujar Tito dalam Acara Mata Najwa, Trans7, Rabu (19/12/18) kemarin.

Menanggapi bentukan satgas itu, Pentolan kelompok suporter PSM (Redgank), Sadakati Sukma menyambut positif rencana tersebut. Sadat sapaan akrabnya mengapresiasi langkah Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang bisa menangkap rasa dan tuntutan publik sepak bola Indonesia.

“Ini langkah bagus, semoga satgasnya bisa profesional tanpa memandang bulu siapa saja yang terlibat,” ujarnya kepada INDOSPORT.com, Kamis (20/12/18).

Sadat juga berharap agar Satgas ini bisa segera terbentuk dan menjalankan tugasnya secara profesional agar kompetisi musim depan bisa berjalan sehat. 

“Lebih cepat lebih bagus dan tentu akan sangat bagus untuk kompetisi liga 1 tahun depan. Harapan saya agar perangkat pertandingan nanti akan berhati-hati dan betul-betul menjadi operator liga secara profesional,” ujarnya.

“Ini menjadi harapan kita semua untuk melihat sepak bola Indonesia lebih baik,” tegasnya.