Progres Renovasi Markas PSIS Mencapai 80 Persen

Apa kabar perkembangan renovasi Stadion Jatidiri? Markas PSIS Semarang itu ternyata telah mencapai 80 persen pembangunan dan tak lama lagi dapat digunakan Laskar Mahesa Jenar. Dengan brgitu, tim kebanggaan Kota Lunpia ini berpeluang besar untuk dapat bermain di rumah sendiri pada musim 2019.

PSIS mampu membuktikan diri bukan tim sembarangan meski berstatus debutan di Liga 1 2018. Apalagi mereka harus bermain di Magelang. Anak asuh Jafri Sastra mampu bersaing, meski sempat tertatih di awal musim.

Pada akhirnya, PSIS mampu mengunci papan tengah klasemen akhir dan tetap bertahan di kasta tertinggi pada kompetisi musim depan.

Stadion Jatidiri yang menjadi kandang PSIS, mengalami renovasi sejak 2017, atau setelah PSIS berhasil promosi ke Liga 1. Pembangunan dilakukan secara bertahap hingga ditargetkan selesai pada akhir tahun ini. Namun, dengan adanya jeda pembangunan, membuat stadion akan benar-benar bisa dipakai pada kisaran Oktober 2019.

“Progresnya sudah mencapai 80 persen sejak dimulai tahap pertama pada 2017. Renovasi Stadion Jatidiri dalam tiga tahap dan dijadwalkan selesai pada Oktober tahun depan. Namun, kami optimistis selesai pada bulan Juni-Juli 2019,” jelas CEO PSIS Semarang, AS Sukawijaya, kepada Bola.com, Selasa (18/12/2018).

Pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi ini menambahkan pembanguan Stadion Jatidiri menelan biaya mencapai Rp1 triliun yang sumbernya berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah. Stadion Jatidiri yang awalnya berkapasitas sekitar 20 ribu penonton, bakal diperbesar mencapai 60 ribu tempat duduk.

“Sudah memasuki tahap finishing, karena seluruh single seat telah terpasang di tribune. Tinggal pemasangan atap, lampu, scoring board, instalasi listrik, dan rumput lapangan. Proses pembangunan juga Alhamdulilah berjalan lancar, tidak ada problem, hanya wajar sedikit mundur karena ada masa rehat,” imbuhnya.

Meski masih dalam proses pembangunan, pihaknya cukup yakin PSIS segera kembali ke Stadion Jatidiri. Selama satu musim penuh di 2018, PSIS harus mengungsi ke Stadion Moch. Soebroto, Magelang, sebagai kandang sementara. Meski harus bermain hingga ke Magelang, hal itu tak melemahkan PSIS.

“Saya rasa belum bisa menggunakan untuk awal musim, dan kami akan kembali ke Magelang lagi. Namun, PSIS bisa menggunakan secara parsial ketika main sore hari tanpa memerlukan penerangan lampu. Semoga kami bisa segera pulang kandang ke rumah sendiri,” ucap Yoyok Sukawi.