Diperiksa Polisi Soal Match Fixing, Papat Yunisal Lega

Anggota Komite Eksekutif Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Papat Yunisal mengaku lega setelah dirinya diperiksa oleh polisi terkait kasus pengaturan skor sepak bola Indonesia yang tengah ramai digunjingkan publik. Papat menuturkan, ia sudah diperiksa oleh polisi pada Senin (24/12) lalu.

Papat menceritakan, ia diperiksa selama tiga jam oleh penyidik. Sepanjang proses pemeriksaan, Papat mengaku hanya terus ditanyakan mengenai tudingan pengaturan skor yang menyeret namanya.

Padahal, kata Papat, dirinya hanya aktif di pengembangan sepak bola wanita. Jabatan sebagai Ketua Asosiasi Sepak Bola Wanita PSSI juga baru didudukinya pada Maret 2018. Sementara, kasus pengaturan skor yang sedang ramai dibicarakan terjadi di ranah sepak bola putra.

“Sebetulya bukan diperiksa, tapi (polisi minta, Red) klarifikasi. Pasalnya jelas, pencucian, penipuan, dan pengaturan skor. Itu bukan kapasitas saya, karena hubungan saya hanya dengan sepak bola wanita. Semua pertanyaan bisa saya jawab, Semua butuh proses, saya sudah lega klarifikasi sudah berjalan,” kata Papat saat dihubungi, Senin (31/12).

Papat mengaku, karena ditanya soal perkara yang sama sekali tidak ia kuasai, ia tidak bisa menjawab banyak pertanyaan polisi. “Jadi mentoknya saya tidak tahu. Karena yang ditanya soal pertandingan 2017, sedangkan saya baru aktif untuk pengembangan sepakbola wanita itu Maret 2018,” tutupnya.

Untuk diketahui, Satgas Mafia Pengaturan Skor Polri menggelandang beberapa nama yang diduga terlibat kasus pengaturan skor. Selain Papat, empat nama lainnya yang ditangkap polisi adalah Johar Lin Eng, Dwi Irianto alias Mbah Putih, Priyanto, dan Anik Yuni Artika.