Simon McMenemy Dituduh Bohong soal Lisensi Pelatih, Bhayangkara FC Beri Pembelaan

Tim di mana Simon McMenemy bernaung sebelum ditunjuk melatih timnas Indonesia, Bhayangkara FC memberi pembelaan soal tudingan yang diarahkan ke pelatih asal Skotlandia itu.

Melansir dari Tribun Medan, Peter Butler mengatakan McMenemy telah berbohong terkait lisensinya.

Mantan pelatih PSMS Medan itu menilai Simon McMenemy tidak memiliki sertifikat pelatih UEFA Pro untuk melatih timnas.

Selain itu Peter Butler mengatakan alasan Simon McMenemy hanya tiga bulan melatih timnas Filipina karena tak memiliki lisensi itu.

Terkait hal tersebut, Bhayangkara FC memberikan pembelaan untuk Simon McMenemy.

BolaSport.com melansir dari Kompas.com, Direktur Teknik Bhayangkara FC, Yeyen Tumena menyatakan Simon memang tidak pernah menyatakan memiliki sertifikat A Pro.

Simon terdaftar sebagai pelatih Bhayangkara FC dengan Lisensi A AFC yang ia dapat saat kursus pelatih di Filipina.

Lisensi A AFC itulah yang pernah didaftarkan Bhayangkara FC ke PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB).

“Tidak pernah Simon menyatakan dia punya sertifikat Pro. Dia sebenarnya masuk daftar peserta A Pro bersama kami,” kata Yeyen kepada Kompas.com, Sabtu (29/12/2018).

Lebih lanjut, Yeyen Tumena menyatakan McMenemy pernah diundang untuk kursus lisensi pelatih Pro AFC.

Yeyen juga memperlihatkan bukti surat undangan berkop PSSI yang dibuat pada Januari 2018.

Yeyen menilai surat tersebut tak mungkin dibuat PSSI tanpa pengecekan AFC, dan AFC juga memberikan izin atas dasar kepatutan yang bersangkutan.

Akan tetapi, saat itu McMenemy memilih tidak mengikuti kursus tersebut karena ingin fokus dengan Bhayangkara FC.

“Karena kegiatan tim Bhayangkara FC di kompetisi, dia memutuskan fokus bersama tim,” lanjut Yeyen.

Menurut mantan pemain timnas Indonesia itu, tidak ada aturan yang menyatakan pelatih kepala harus memiliki lisensi A Pro.

Pasalnya lisensi minimal yang dibutuhkan hanya A AFC, sementara untuk asisten cukup B AFC.

Prestasi Simon McMenemy cukup dibilang mentereng dengan membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 2017.

“Dia mendapatkan kesempatan untuk menjadi pelatih timnas itu bukan dia yang minta, tapi diputuskan oleh PSSI,” ucap Yeyen.