Dapat Dana dari Sponsor Kecil, Bos Persipura Kesal

Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, masih menolak bantuan dari Bank Papua dengan nilai sponsor yang tak sampai Rp 15 miliar. Perihal tersebut, Benhur pun lantas mengancam akan menarik aset dan saham dari Bank Papua jika tak ada penambahan.

Benhur mengatakan jika nilai sebesar Rp15 miliar itu sangat pantas diberikan untuk Persipura, apalagi menurutnya Persipura sudah membawa nama Bank Papua hingga ke kancah Asia.

“Kalau Bank Papua tidak dukung Rp 15 miliar, semua aset dan dana yang saya taruh saya akan tarik karena kita butuh dana besar,” tekannya saat diwawancarai sejumlah wartawan di Jayapura, Senin (17/12/18).

Benhur merasa kesal karena nilai yang ditawarkan Bank Papua masih terbilang terlalu kecil. Padahal kata dia, segala upaya untuk memberikan kontribusi kepada Bank Papua sudah dilakukan oleh pihaknya.

“Saya sudah arahkan semua ASN dan juga masyarakat untuk membuka rekening di Bank Papua dan tidak di bank lain, dan saya rasa pantas kalau Bank Papua dukung kita Rp 15 miliar,” ujarnya.

Tanpa dana yang besar dari Bank Papua, lanjut Benhur, Persipura tidak akan bisa mendatangkan pemain-pemain yang berkualitas, bahkan bisa saja kembali ditinggalkan oleh sejumlah pemainnya.  

“Semua pemain bagus dan berkualitas bisa kita beli, tapi kalau kita punya dana yang besar. Pemain-pemain kita juga akan lari ke klub lain karena masalah perut,” ungkapnya.

Sementara itu, Benhur menambahkan jika status nilai sponsor dari PT Freeport sudah aman dan tinggal menunggu proses penandatanganan saja. Sedangkan, untuk Bank Papua dirinya masih terus menolak sebelum ada penambahan nilai sponsor.

“Freeport sudah tinggal tanda tangan, tapi Bank Papua saya masih menolak karena bantuan mereka masih dibawah Rp 15 miliar. Kita minta terus dinaikkan mungkin bisa dinaikkan Rp 11 miliar atau Rp 12 miliar begitu,” tandasnya.