Bonek Minta Presiden Persebaya Tempatkan Sosok Berpengalaman di Manajemen

Kebijakan transfer manajemen Persebaya Surabaya yang serba tertutup membuat Bonek (suporter Persebaya) semakin jengah. Sebelumnya, klub berjulukan Bajul Ijo itu gagal mendapatkan Evan Dimas (Barito Putera) dan Andik Vermansah (Madura United).

Kini, belum ada kejelasan siapa saja sosok pemain yang akan dipertahankan oleh manajemen Persebaya. Mereka baru mengumumkan bek kiri Ruben Sanadi yang resmi memperpanjang kontrak untuk musim 2019.

Belum lama ini, Bonek dari empat tribun, Green Nord, Tribun Timur, Tribun Kidul, dan Arek Gate 21, telah mengadakan pertemuan. Mereka sepakat untuk mendesak manajemen Persebaya terkait beberapa hal.

Terdapat enam poin yang dihasilkan oleh Bonek dalam pertemuan itu. Beberapa di antaranya adalah desakan dan sampai ke ancaman.

Berikut ini adalah butir-butir poin tersebut:

1. Mendorong pihak manajemen Persebaya untuk melakukan transparansi selama bursa transfer kepada seluruh elemen suporter Persebaya.

2. Menghimbau Presiden Klub Azrul Ananda, untuk lebih cermat menugaskan seorang individu yang berpengalaman terkait manajerial sepak bola tanah air.

3. Dalam tiga hari ke depan (3×24 jam) mendesak manajemen Persebaya Surabaya, untuk segera dilakukannya hearing bersama Bonek yang diwakilkan masing-masing tribun.

4. Hearing sifatnya terbuka untuk media massa.

5. Setelah 3×24 jam dari kesepakatan ini dirilis, dan tidak ditemukannya itikad baik dari pihak manajemen Persebaya. Maka kami atas nama Green Nord 27 Tribune, Tribun Timur, Tribun Kidul, dan Arek Gate 21 akan melumpuhkan jaringan komunikasi dengan pihak manajemen terkait koordinasi apapun yang menyangkut hajat hidup suporter Persebaya.

6. Dan apabila, jika sampai batas waktu tersebut, tidak ada tindakan nyata dari pihak manajemen terkait poin-poin tuntutan di atas, kami akan menggelar aksi bersama.

Jika merujuk kepada poin kedua, Bonek terlihat membidik manajer Persebaya, Candra Wahyudi, yang dinilai kurang cekatan melakukan gerak dalam transfer pemain. Beberapa kali, Candra bahkan juga enggan menanggapi pertanyaan dari awak media.

Koordinator Arek Gate 21, Jovan Tridianto, adalah sosok inisiator pertemuan yang melahirkan enam kesepakatan itu. Dia menilai ini sudah merupakan cara yang tepat untuk membuat manajemen mau lebih terbuka.

“Selama ini, pak Candra itu terlalu pasif mengabarkan kepada suporter bagaimana situasi transfer pemain yang sebenarnya. Kalau tidak ada komentar, pasti akan melahirkan isu liar yang membuat banyak orang kecewa,” kata pria yang akrab disapa Joe Brengsek itu kepada Bola.com, Jumat (28/12/2018).

“Di media sosial, malah banyak yang mengancam boikot pertandingan atau Persebaya Store. Bagi kami, itu cara yang kurang pas. Kami tidak akan melakukan boikot, tapi ingin komunikasi dengan manajemen terus terjaga,” imbuhnya.