Kalteng Putra Masih Coba Pertahankan Kas Hartadi

Kalteng Putra terus mempersiapkan diri jelang berlaga di kasta tertinggi kompetisi Indonesia pada musim 2019 mendatang. Sebagai salah satu bentuk persiapan, Laskar Isen Mulang, julukan Kalteng Putra, tengah memastikan sosok nakhoda mereka untuk musim depan.

Direktur Teknik Kalteng Putra, Apung Widadi, menyebut timnya berencana untuk mempertahankan sosok pelatih yang membawa mereka promosi, Kas Hartadi. Menurutnya, saat ini, mereka sedang bernegosiasi dengan pelatih berusia 48 tahun ini.

“Saat ini, kami masih bernegosiasi,” ujar Apung, pada Bola.net.

“Semoga awal Januari mendatang sudah tuntas,” sambungnya,

Menurut Apung, Kalteng Putra optimistis Kas akan bertahan di Palangkaraya. Pasalnya, ada kesamaan antara pelatih asal Solo tersebut dengan Kalteng Putra.

“Pada prinsipnya, kami masih saling cinta,” tutur Apung.

Lebih lanjut, Apung membeber alasan lain di balik keinginan Kalteng Putra mempertahankan Kas Hartadi. Menurut Apung, eks pemain Timnas Indonesia ini memiliki kemampuan di atas rata-rata.

Tak hanya kemampuan teknis, Kas Hartadi juga memiliki segudang pengalaman. Bahkan, ia pernah membawa Sriwijaya FC menjuarai ISL pada musim 2011-2012 lalu.

“Pengalaman beliau masih Kalteng Putra butuhkan. Bagaimana pun, kami pendatang baru di Liga 1, butuh pengalaman dan tangan dingin Kashadiola,” ucap Apung.

Keberadaan sosok Kas Hartadi di Kalteng Putra pun, menurut Apung, akan sangat berarti bagi tim tersebut. Pasalnya, jika ia meneruskan tugas di Laskar Isen Mulang, tak perlu lagi menyusun komposisi tim dari nol/

“Paling tidak kami sudah ada 50 persen skuat lama. Kami tinggal cari tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan tim,” tuturnya.

Selain itu, Apung menyebut bahwa Kas Hartadi mampu menarik pemain top bergabung dengan Kalteng Putra. Pasalnya, hampir semua pemain top sudah paham reputasi pelatih humoris ini.

“Ia bisa menumbuhkan kepercayaan kepada Kalteng Putra. Bagaimana pun, kami perlu membangun kepercayaan diri mengarungi Liga 1 yang sangat tidak mudah dan berbeda dengan Liga 2,” tandasnya.