Persebaya Dicatut Isu Pengaturan Skor, Pentolan Bonek: Sikat Saja!

Pentolan Bonek, Andie Peci, memberikan pesan berkelas setelah mengetahui nama Persebaya Surabaya dicatut dalam isu pengaturan skor.

Dalam tayangan Mata Najwa edisi “PSSI Bisa Apa Jilid 2”, Rabu (19/12/2018), beragam borok sepak bola Indonesia diungkapkan.

Bambang Suryo, mantan runner pengaturan skor yang mengaku berhenti berkecimpung di dunia tersebut pada 2015, turut dihadirkan sebagai narasumber.

Kendati mengaku sudah taubat dan tak lagi terlibat dalam pengaturan skor, Bambang Suryo masih dihinggapi isu miring.

Salah satu narasumber yang disebut Mr.X, membongkar dugaan keterlibatan Bambang Suryo dalam mengatur skor pada 2017.

“Kamu (Bambang Suryo) bilang 2015 berhenti. Kamu 2017 laga PSBI vs Persebaya kamu main sama manajer Persebaya, Chairul,” kata Mr.X.

“Kamu 2017 kemarin main di tim yang masuk semifinal dan delapan besar,” tuturnya menambahkan.

Menanggapi tim kebanggaannya disebut terlibat pengaturan skor, pentolan Bonek Andie Peci mengunggah cuitan di akun Twitter pribadinya.

Menurut Andie Peci, pernyataan tersebut sebaiknya segera diproses melalui satgas yang akan dibentuk oleh Kapolri Tito Karnavian untuk mengatasi match-fixing di Indonesia.

Jika Persebaya terbukti bersalah, Andie Peci meminta hukum ditegakkan seadil-adilnya.

“Nama Persebaya dicatut dlm acara Mata Najwa ‘PSSI Bisa Apa 2’ . Segera proses hukum lewat otoritas satgas yg akan dibentuk,” bunyi cuitan di akun @AndiePeci.

“Sikat saja nggak usah pakai lama. Penegakan hukum tak boleh pandang bulu termasuk klub yg kita cintai. Karena sepak bola lebih besar nilainya daripada klub sepak bola,” tulis Andie melanjutkan.

Bahkan, menurut Andie, jika Persebaya akhirnya dinyatakan terbukti bersalah, dirinya ikhlas apabila Bajul Ijo disanksi terdegradasi ke kasta kedua.

“Kalau benar nanti di satgas kepolisian memastikan Persebaya terlibat pengaturan skor, dan hukumannya turun kasta, nggak papa dan lebih baik,” tulis Andie Peci.

Andie Peci mengatakan, Bonek bisa mengerti jika tim kebanggaannya memang terbukti bersalah.

“Jangankan turun kasta, tak lihat bola empat tahun saja sudah dilewati. Maaf ya, kami lebih teruji dalam banyak hal,” ujarnya.