Bejo Sugiantoro Bicara Masa Depannya di Persebaya

Kontrak Djadjang Nurdjaman sebagai pelatih kepala Persebaya diperpanjang hingga akhir musim 2019. Namun, pendamping Djanur, Bejo Sugiantoro belum menandatangani kontrak baru sebagai asisten pelatih.

Sebutan duet pelatih disematkan kepada mereka yang mulai menangani Persebaya pada September lalu. Selama musim 2018, keduanya jadi sosok penting di balik kebangkitan Persebaya yang bisa finis peringkat kelima Liga 1.

Meski demikian, secara resmi Djanur, sapaan akrab Djadjang Nurdjaman, yang lebih senior didapuk sebagai pelatih kepala. Sementara Bejo yang lebih muda namun tahu seluk beluk Persebaya menjabat sebagai asisten pelatih.

Kedua sosok ini berjasa mengangkat Persebaya dari tercecer di peringkat ke-13 hingga bisa masuk ke papan atas sesuai target dari manajemen klub. Kini, Bejo menegaskan bahwa duet pelatih dirinya dengan Djanur telah selesai.

“Duet pelatih Persebaya 2018 sudah selesai. Semua penentuan komposisi pemain didasarkan pada satu head coach, bukan saya. Tidak ada duet pelatih lagi,” ucap mantan pemain Timnas Indonesia sekaligus legenda hidup Persebaya itu.

“Saya dengan ikhlas mengundurkan diri dari bagian duet pelatih. Semua keputusan ada di coach Djanur dan tidak ada dua matahari di satu tim,” imbuh Bejo.

Meski demikian, Bejo tidak menutup kemungkinan akan kembali masuk dalam jajaran pelatih Persebaya pada musim depan. Statusnya sebagai pelatih berlisensi B AFC hanya bisa menempatkannya sebagai asisten pelatih.

“Seandainya saya dipercaya kembali pada musim 2019, saya akan membantu coach Djanur sebagai asisten pelatih, bukan duet pelatih lagi. Ini dilakukan supaya ada keleluasaan bagi coach Djanur,” ucap pria berusia 41 tahun itu.