Seluruh Pemain Timnas Futsal Indonesia U-20 Gabung Klub Bara Kaltim

Tim nasional (timnas) futsal Indonesia U-20 telah menyelesaikan tugas mereka di kualifikasi Piala Asia Futsal U-20 2019. Seperti diketahui, mereka pun berhasil lolos ke putaran final di Iran yang bakal berlangsung pada Juni 2019.

Melihat jangka waktu yang sangat panjang menuju putaran final, Federasi Futsal Indonesia (FFI) berinisiatif untuk menggabungkan para penggawa timnas futsal U-20 ke dalam satu klub futsal profesional.

Gayung bersambut, manajer timnas futsal U-20, Celni Pita Sari, bersedia memfasilitasi hal tersebut. Dia pun akhirnya membentuk sebuah klub bernama Bara Kaltim.

Klub tersebut langsung masuk ke Pro Futsal League (PFL) 2019 menggantikan slot Mataram FC yang mengundurkan diri. Dalam ajang tersebut, Bara Kaltim tergabung di grup B, yang baru akan memainkan pekan perdana pada 15-16 Desember 2018.

Tak ayal, baru mendarat di Jakarta, kemarin malam, para pemain timnas futsal U-20 langsung bergerak ke Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melakukan persiapan akhir jelang pekan perdana tersebut.

Celni pun mengungkapkan alasan mengapa akhirnya memilih untuk menggabungkan para pemain itu dalam satu tim.

“Kami meniru dari negara-negara yang futsalnya sudah maju duluan seperti Thailand dan Vietnam. Mereka kan anggota timnasnya dijadikan dalam satu wadah, kalau Thailand di Chonburi Bluewave, sementara Vietnam di Thai Son Nam,” ucap Celni.

“Kenapa kami tidak masukkan mereka ke klub masing-masing yang ada di PFL? Itu karena mereka semuanya pemain muda, yang bisa jadi bakal cuma menjadi pemain cadangan dengan menit bermain yang kurang. Tapi kalau dijadikan satu wadah mereka bisa main terus dan memiliki jam terbang yang bagus,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia pun menegaskan sudah tidak ada masalah lagi terkait status pemain dan legalitas klub untuk mengikuti PFL 2019. Wanita asal Samarinda ini mengungkapkan klub yang sebelumnya telah mengontrak para pemain di timnas futsal U-20, sudah meminjamkan secara resmi para pemainnya ke Bara Kaltim. Ditambah, pihaknya merekrut topskor dan pemain terbaik dari turnamen usia muda yang berlangsung beberapa waktu lalu.

“Jadi statusnya peminjaman selama satu tahun. Setelah PFL dan Piala Asia di Iran, kami kembalikan lagi ke klub masing-masing,” ujarnya.

“Nanti untuk pelatihnya Sayan Karmadi yang adalah asisten pelatih timnas futsal U-20, karena Kensuke Takahashi akan tetap menjadi pelatih timnas dan memantau pemain U-20 dari klub lainnya,” pungkas wanita yang juga pengusaha batu bara ini.

Rencananya, setelah PFL 2019, para pemain timnas futsal U-20 akan mengikuti sebuah turnamen yang digelar di Cina Taipei. Dalam turnamen itu disebut-sebut juga akan diikuti timnas Iran dan Thailand.