Diterpa Isu Penjualan Saham, Begini Respons Manajemen Sriwijaya FC

Kekalahan Sriwijaya FC atas Arema FC, Minggu (9/12), membuat klub kebanggaan Sumsel harus rela terlempar ke Liga 2. Akibat lanjutannya pun cukup buruk. Berbagai isu miring pun mulai menerpa tim berjuluk Laskar Wong Kito ini. Salah satunya adalah isu penjualan saham Sriwijaya FC.

Menanggapi isu tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Muddai Maddang, enggan memberi banyak komentar. Menurut dia, soal penjualan saham itu merupakan urusan internal dari perusahaan yang menaungi Sriwijaya FC. Sehingga, dirinya enggan menjawab.

“Itu urusan internal kami, jadi tidak perlu tahu apakah akan dijual atau tidak,” katanya saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (11/12).

Menurutnya, yang harus dipikirkan saat ini adalah soal SFC yang terlempar ke Liga 2. Ia mengaku sebagai Dirut sekaligus pemilik pasti sangat bersedih dan tentunya paling bertanggung jawab atas hasil yang diraih tersebut.

“Untuk saat ini kami terima, karena inilah faktanya SFC terdegradasi,” terangnya.

Meskipun begitu, ia menargetkan SFC akan kembali berlaga di Liga 1 Indonesia pada musim 2020. Muddai menambahkan, para pemain tidak akan dipaksakan untuk tetap membela SFC.

Soal komposisi skuad, ia akan berbicara kepada pemain apakah masih ingin memperkuat SFC atau tidak. Jika tidak tentunya akan dilepas, begitu pun sebaliknya akan tetap dipertahankan jika masih ingin memperkuat SFC.

“Kami tidak bisa memaksa. Jika pemain tidak mau ya bagaimana? Tapi kalau pemainnya mau tentu kami akan pertahankan,” ujarnya.

Untuk pelatih, ia mengaku tentunya akan ada pergantian. Namun, berdasarkan evaluasi manajemen dan rencana perombakan manajemen, hal ini kemungkinan akan dibahas lebih lanjut. Apalagi SFC masih akan berjuang di ajang Piala Indonesia 2018.

“Kita fokus untuk Piala Indonesia dan menargetkan untuk masuk grand final saja,” tutupnya.