Alasan Pelatih PS Ngada 2 Kali Mangkir dari Panggilan Komdis PSSI

PSSI sangat serius ingin mengetahui dugaan praktik pengaturan skor yang terjadi pada babak 32 besar Grup G Liga 3 2018 yang digelar di Kediri, dua pekan lalu, seperti yang dimunculkan PS Ngada.

PSSI lewat surat resmi yang ditandatangani Sekjen Ratu Tisha telah dua kali meminta kehadiran pelatih PS Ngada, Kletus Marselinus Gabhe, ke Jakarta untuk memberikan kesaksian di hadapan Komisi Disiplin PSSI. Namun, sang pelatih belum memenuhi panggilan tersebut.

Seperti pernah dipublikasikan di media, Kletus Marselinus membeberkan rencana ajakan manajer Persekam Metro FC, Bambang Suryo, untuk berkonspirasi mengatur pertandingan agar kedua tim yang lolos mewakili grup ini ke putaran 16 besar.

Kletus Marselinus yang memiliki bukti rekaman percakapan dengan Bambang Suryo, berniat membongkar praktik kotor ini.

Surat panggilan pertama PSSI tertanggal 4 Desember untuk sidang 6 Desember. Yang kedua tertanggal 10 Desember untuk sidang 13 Desember. Lalu apa alasan Kletus Marselinus dua kali mangkir dari panggilan PSSI?

“Saya tak bisa hadir sidang pertama karena mendampingi tim pada babak 16 besar melawan Celebest FC di Batu. Manajemen juga tak punya dana memberangkatkan saya ke Jakarta,” kata Kletus Marselinus.

Saat absen sidang kedua yang seharusnya digelar pada Kamis (13/12/2018), dia beralasan ada kegiatan di dinas tempatnya bekerja di Pemkab Ngada.

“Selain urusan kantor, saya ingin berkumpul dengan keluarga dulu. Saya cukup lama meninggalkan anak istri sejak mendampingi PS Ngada di babak 32 dan 16 besar di Jatim. Saya mungkin bisa ke Jakarta 20 Desember nanti,” ujar Kletus Marselinus.