Lapangan Desa Yang Punya Standar Internasional

Perhelatan Bali International Football Championship (BIFC) 2018 memiliki dampak besar bagi Desa Pecatu, Kabupaten Badung. Bukan hanya menarik minat wisatan hadir ke sana, melainkan tempat tersebut bisa memamerkan Stadion Beji Mandala ke mata dunia.

Meski berada jauh dari pusat kota, stadion tersebut diurus secara baik dan mempunyai standar internasional. Hal ini berkat kerja keras kepala desa Pecatu I Made Karyana Yadnya.

Bahkan, Karyana sampai meninjau langsung segala detail lapangan sebelum partai pembukaan yang mempertemukan tim pelajar U-15 Indonesia kontra Apuesto Bueno United Filipina, pada 2 Desember 2018.

“Sebagai kepala desa, saya memiliki tanggung jawab agar acara BIFC 2018 ini berjalan dengan baik dan lancar. Semua harus saya pastikan dalam kondisi baik untuk menggelar pertandingan ini,” kata Karyana.

“Apalagi kita di ikuti peserta dari negara luar seperti Jepang, China, Korsel bahkan Australia yang memiliki atmosfer sepakbola yang baik,” ia menambahkan.

Stadion Beji Mandala yang terletak di Desa Pecatu memang cukup mengesankan. Dari ukuran lapangan yang dipakai sudah berpatokan standar minimal ajang internasional dengan ukuran 110 x 75 meter.

Selain itu, tempat tersebut juga memilii kondisi rumput yang memakai tipe rumput Mini Jepang dengan tekstur yang cukup halus. Apalagi ditambah dengan dipasangnya 8 titik lampu dengan kekuatan 8000 watt untuk menambah pencahayaan ketika malam.

Menurut I Made Karyana, lapangan ini dimulai pembangunannya dari tahun 2014. Awalnya stadion ini berasal dari sebuah lapangan desa biasa yang letaknya berada di balik bukit yang digunakan masyarakat desa Pecatu bermain bola.

“Dulu ini hanya lapangan biasa yang dipakai sehari-hari oleh masyarakat bermain bola. Karena saya ditunjuk sebagai kepala desa, saya mencoba berpikir mengembangkan lapangan ini selain untuk fasilitas olahraga masyarakat juga bisa menarik wisatawan untuk datang melihat lapangan ini. Oleh karena itulah saya bangun lapangan ini dengan standar internasional.”

Dengan adanya Bali IFC 2018 ini, Karyana mengatakan cukup memiliki manfaat yang besar untuk masyarakat Pecatu. “Sebagian besar masyarakat di sini sangat senang dengan sepakbola, buktinya hari pertama kemarin banyak penonton baik dari luar atau masyarakat lokal sendiri datang ke stadion. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Kemenpora yang sudah mempercayakan kepada kami untuk menggelar pertandingan bertaraf internasional di desa ini.”