Yoyok Sukawi Ungkap Kunci Keberhasilan PSIS Bertahan di Liga 1

PSIS Semarang mampu membuktikan diri dapat bersaing di kompetisi Gojek Liga 1 bersama Bukalapak. Sebagai tim promosi dan satu-satunya wakil Jawa Tengah, PSIS berhasil memastikan bertahan di Liga 1 musim depan seusai perjuangan hebat sejak paruh musim 2018.

Perjuangan tim kebanggaan masyarakat Semarang ini menemui banyak jalan terjal untuk selamat dari jurang degradasi. Selama 20 pekan, PSIS yang saat itu diasuh pelatih asal Italia, Vincenzo Annese, mendapat hasil jeblok. Dampaknya, PSIS menghuni papan bawah dan terancam degradasi.

Beruntung bagi PSIS yang jeli melihat sosok pelatih Jafri Sastra seusai dipecat Persis Solo dari Liga 2. Pelatih dengan sarat kualitas dan pengalaman seperti Jafri Sastra didepak Persis hanya karena mendapat empat poin selama enam laga.

Tanpa menunggu waktu lama, PSIS langsung mendatangkan Jafri Sastra beserta pelatih fisik Budi Kurnia yang sering bekerja sama.

Tercatat delapan kemenangan, dua imbang, dan hanya dua kali kalah berhasil dibukukan PSIS bersama Jafri Sastra. Hari Nur Yulianto dkk. langsung meroket hingga menyentuh peringkat ke delapan di papan klasemen sementara Liga 1 2018 hingga pekan ke-33.

Jafri juga berhasil memoles striker Bruno Silva sebagai pencetak gol ulung. 12 gol berhasil dicatatkan Bruno semenjak bekerja sama dengannya.

CEO PSIS Semarang, AS Sukawijaya atau yang akrab disapa Yoyok Sukawi mengungkap kunci sukses terbesar PSIS bisa bertahan di Liga 1 tak lepas dari peran tangan dingin Jafri Sastra.

“Kuncinya ada pada coach Jafri Sastra. Beliau mampu meracik tim ini dengan baik, taktik dapat dijalankan dengan baik oleh pemain. Pemain juga punya peran. Kami patut berterima kasih kepada coach Jafri,” kepada Bola.com, Selasa (4/12/2018).

Yoyok Sukawi menilai perjuangan yang amat melelahkan di musim 2018 terbayar dengan prestasi membanggakan sebagai alumnus Liga 2.

“Musim yang sangat melelahkan, perjuangan kami tak sia-sia. Di awal musim banyak yang menyepelekan PSIS dengan berada di zona degradasi. Kami dianggap hanya akan numpang lewat di Liga 1. Tapi, seluruh elemen di tim ini bekerja dengan baik setelah paruh musim,” imbuh Yoyok.

Yoyok menambahkan musim depan PSIS wajib lebih baik dengan melakukan persiapan yang lebih maksimal. Ia menyebut PSIS memiliki program dari musim ke musim sebagai tim yang berkarakter dan profesional sehingga pantang untuk turun lagi ke Liga 2.

Musim lalu, PSIS berhasil promosi ke kasta tertinggi Indonesia setelah menduduki peringkat ketiga.

“Tentu kami akan menyiapkan sebuah tim yang lebih matang untuk musim depan. PSIS musim depan harus lebih baik dari musim ini. Trgetnya bisa masuk ke posisi delapan besar. Musim berikutnya lebih baik lagi dan seterusnya,” ujar anggota Komite Eksekutif PSSI ini.