Mengenal Ardhi Andriadi, Wakil Indonesia Di Asia-Pacific Freestyle Football Championships 2018

Olahgraga freestyle football mungkin belum menjadi favorit di Indonesia, namun siapa sangka bahwa sebenarnya Indonesia sudah punya wakil yang bisa bersaing di jajaran level Asia.

Ardhi Andriadi, salah satu penekun olahraga ini mengawalinya dengan iseng, lalu begitu menikmatinya hingga bisa berpartisipasi membawa nama Indonesia di kejuaraan Asia Pasifik.

Kejuaraan tersebut bertitel Asia-Pacific Freestyle Football Championships 2018 (AFFC), dan bakal digelar di Ho Chi Minh, Vietnam, 13 hingga 14 Desember mendatang.

“Awal mulai freestyle itu dari tahun 2009. Mulai lihat video commercial Joga Bonito. Dari situ saya tertarik untuk mencoba, dan merasa senang saat melakukan freestyle,” ungkap Ardhi.

“Saya pikir seru karena triknya banyak dan tidak ada batasnya. Setiap orang bisa saja buat trik baru sesuai dengan imajinasi dan kreativitas mereka,” sambung pria asal Bogor ini.

Terus-menerus menikmati beautiful game ini [bahasa lain dari Joga Bonito], Ardhi pun mulai mengenal komunitas yang ada di Indonesia, dan berani untuk mengikuti event demi event.

“Perkembangan di Indonesia sebenarnya cukup bagus, banyak bibit-bibit freestyler muda yang progresnya cepat. Tapi yang disayangkan, konsistensi mereka. Tidak sedikit yang baru belajar satu tahun sudah setop. Padahal kalau dilanjutkan, mereka punya potensi besar untuk menjadi freestyler profesional,” cerita Ardhi, memandang progres freestyle football di Indonesia.

Pria kelahiran 12 Mei 1991 ini menjadikan Boyka dari Kolombia, serta Charly (Argentina) sebagai freestyler yang menginspirasinya. Dari sekian banyak trik yang memang tak terbataskan oleh imajinasi, Lower (trik yang membutuhkan kecepatan kaki dan kontrol tinggi) dan Jordan Stall (mengontrol bola dengan kaki di atas sambil handstand) jadi andalan Ardhi.

Soal AFFC nanti, Ardhi tak mau membatasi diri dengan langsung berani memasang target juara. Target tersebut selalu dipasang Ardhi dalam mengikuti event nasional mau pun internasional.

“Dari yang saya lihat tahun ini, persaingannya tidak terlalu sulit, karena juara-juara dari Jepang yang hebat-hebat, dan yang bisa dibilang memiliki potensi besar untuk juara tidak ikut serta tahun ini,” katanya.

“Untuk target, pasti saya pasang target tertinggi, menjadi juara. Ini untuk menjadi motivasi dan mental saya juga nanti. Minimal saya bisa naik podium,” tutup Ardhi.