Fokus Final Liga 2, PSS Tak Mau Pusing dengan Isu Dugaan Suap

PSS Sleman memilih fokus dalam persiapannya menghadapi duel final Liga 2 melawan Semen Padang di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (4/12/2018) mendatang. Menjelang laga final, PSS dibayangi kabar miring soal kasus suap yang dituduhkan oleh manajer Madura FC, Januar Herwanto.

Laskar Sembada PSS Sleman diduga terlibat pengaturan skor ketika melawan Madura FC pada babak 8 besar Liga 2 2018 lalu. Manajer Madura FC, Januar Herwanto menyebut seorang anggota komite aksekutif (exco) PSSI, Hidayat, meminta tim asal Pulau Garam tersebut mengalah dari PSS dengan iming-iming uang Rp 110 juta.

Manajemen PSS Sleman melalui manajer, pasang badan dengan membantah keras timnya pada kasus dugaan pengaturan skor yang disebutkan oleh manajer Madura FC.

Di sisi lain, pelatih PSS Seto Nurdiyantoro berharap anak asuhnya tak terpengaruh dengan kabar miring itu.

Seto tak memungkiri pemberitaan media terkait dugaan pengaturan skor yang tengah menerpa timnya telah sampai pada telinga penggawa Super Elang Jawa. Pihaknya, Bagus Nirwanto dan kolega tetap fokus mempersiapkan diri jelang laga final lawan Semen Padang.

“Pemain pasti baca maupun mendengar kabar tersebut (dugaan pengaturan skor). Tapi harapannya kami fokus di tim untuk menghadapi laga final, mudah-mudahan hasilnya seperti yang saya harapkan,” ujar Seto Nurdiyantoro, Sabtu (1/12/2018).

PSS Sleman dipastikan berkekuatan penuh untuk laga pamungkas Liga 2. Seto Nurdiyantoro mengangkut seluruh pemainnya dan bertekad mengakhiri 10 tahun tim kebanggaan masyarakat Sleman puasa gelar meski di kasta kedua. Sebelumnya PSS Sleman memastikan tempat promosi ke Liga 1 musim 2019, usai menyingkirkan Kalteng Putra di semifinal.

“Kami berharap semangat pemain tetap terjaga untuk pertandingan final. Masih ada satu lagi cita-cita, yaitu keinginan menjadi juara di sana. Semoga bisa tercapai,” tandas Seto.